0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasca Bencana Merapi

Ujian, Anak Pengungsi Merapi Kesulitan Belajar

Klaten – Beberapa anak pengungsi Merapi di wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Rabu (8/12), mengaku kesulitan mengerjakan Ujian Akhir Semester (UAS) I.

Puluhan anak SDN Balerante 1 hari ini mengikuti ujian mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris di barak pengungsian Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV, Diponegoro, Klaten.

Beberapa anak mengaku kesulitan dalam mengerjakan soal akibat tidak bisa belajar dengan tenang di lokasi pengungsian. Pasalnya, mereka terganggu konsentrasinya lantaran bisingnya aktifitas pengungsi lainnya. “Tetap belajar tapi tidak bisa konsentrasi karena di tempat pengungsian sangat ramai sekali, jadi tidak bisa fokus belajar,” ujar Lilik salah seorang siswa kelas V.

Hal serupa juga dialami Ridwan, murid lainnya. Ia merasakan kebisingan saat sore hari menjelang belajar. Meski demikian, Ridwan tetap membuka bukunya untuk dipelajari. “Namanya juga ujian ya tetap belajar. Mudah-mudahan saja nilainya bagus,” katanya penuh yakin.

Sementara itu, tidak seperti pelajar umumnya yang memakai seragam serta bersepatu, seluruh anak pengungsi di sini tidak ada yang berseragam. Selain itu, mereka juga hanya memakai sandal jepit. Maklum, seluruh perlengkapan sekolah yang mereka miliki sudah ludes terkena amukan awan panas Merapi.

Jumlah anak pengungsi dari desa Balerante sendiri ada sekitar 40-an, namun akibat kondisi yang belum memungkinkan, masih ada beberapa anak yang terpaksa belum bisa mengikuti UAS.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge