0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Workshop Pengembangan Desain Furniture

Meningkatkan Daya Saing Furniture Nasional di Pasar Global

Solo – Direktorat Jenderal Industri Agro Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, bersama Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Komda Soloraya, Kamis (2/12), menggelar workshop pengembangan desain furniture dengan tema ”Pengembangan Desain Inovatif Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Furniture Nasional di Pasar Global”.

Kegiatan yang digelar di Best Western Premier Hotel Solo itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surakarta Drs. Slamet M.Si. “Harapan saya semoga industri mebel di Solo bisa berkembang pesat. Sehingga mampu menaikkan ekspor tiap tahunnya,” harapnya.

Hadir sebagai pembicara, Staf Pengajar Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret Surakarta Drs. Rahmanu Widayat, M.Sn, Inspirator dan pengusaha nasional Yos Theosabrata yang juga sebagai founder Victor Furniture juga desainer Accupunto, Ketua ASMINDO Komda Soloraya HM. David R Wijaya, dan Anggota ASMINDO Yogjakarta Kadir. Acara yang di moderatori oleh Wisnu Broto dari Asmindo itu dihadiri sejumlah anggota ASMINDO serta para pemerhati dan desainer bidang furniture.

Dalam paparannya Rahmanu menjelaskan tentang pentingnya peranan desain inovatif. Sebab, kata dia, dengan desain furniture inovatif inilah diharapkan memiliki peran dan mampu bersaing di Pasar Global.

Rahmanu menjelaskan, desain furniture inovatif merupakan desain furniture hasil penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Baik itu terkait dengan gagasan desainnya yang baru, cara atau metode pembuatannya yang baru.

“Dengan modal itu diharapkan mampu memenangkan perlombaan dalam kegiatan memproses atau mengolah furniture dengan menggunakan sarana dan peralatan yang tersedia untuk memperdagangkannya di Pasar Global,” ujarnya.

Sementara itu, Yos Theosabrata berpesan, dalam berkompetisi harus mampu berinovasi. Artinya jangan pernah berhenti menciptakan beragam variasi sebelum menemukan hasil yang terbaik. “Untuk menciptakan sesuatu yang ingin kita dapatkan bisa dimulai dari mimpi. Dari mimpi itu kita mulai mencari ide dan dari ide itulah baru kita mendapatkan inspirasi,” ujarnya. Dalam paparannya yang cukup berapi api, Yos memotifasi para peserta, salah satunya "Jangan malu untuk mengatakan ini desain dan produksi dari Indonesia, jangan sampai kita sebagai orang Indonesia selalu dianggap remeh dalam Pasar Global," ungkapnya pria yang sekarang berusia 60 tahun ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge