0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Radio Sebagai Media Promosi

Public Relations Harus Pandai Memilih Radio

Solo – Radio mempunyai pendengar yang spesifik. Selain berfungsi sebagai media penyampai informasi, pendidikan dan menghibur, kini fungsi radio juga dijadikan sebagai media promosi oleh seorang Public Relations dalam menyampaikan pesan atau informasi dari perusahaannya.

Untuk itu, sebagai Public Relations harus pandai-pandai memilah dan memilih radio yang programnya cocok dengan pesan iklan yang akan disampaikan.”Kekuatan Public Relations sebagai konsumen sangat kuat. Untuk itu kalau memasang iklan jangan dilihat harganya, tapi lebih dilihat dengan kedekatan internalnya,” ujar General Manager jaringan Radio Prambors Female Solo, Jogja, Semarang, Sapto Adinugroho dalam diskusi ke-PR-an bertajuk 'Radio Masih Ada? (Membangun Strategi Beriklan Radio dengan Efektif), di Pipas Karaoke Hall Lorin Business Resort & Spa, Senin (29/11).

Menurut Sapto, konsumen harus mendikte kepada marketing sebuah radio, artinya pemasang iklan berhak untuk memilih waktu siaran. “Misalnya saja jika kita memasang iklan di radio jangan sekali-kali dimunculkan diwaktu akan jedah iklan, melainkan dipasang seusai lagu,” paparnya.

Ia menjelaskan, radio merupakan media intrusif, artinya iklan dapat hadir di tengah siaran tanpa mengakibatkan orang beralih ke siaran lain. Hal ini menyebabkan radio memiliki efektivitas untuk menyela perhatian pendengar dan menciptakan minat.

Bagi seorang  Public Relations, lanjut Sapto, jangan selalu mengandalkan pengiriman fax saja. Lebih efektif jika melakukan pendekatan ke internal radio. Biaya produksi iklan radio rendah dibandingkan iklan di media lain. Radio merupakan media yang fleksibel dibandingkan media cetak karena dapat dinikmati sambil melakukan kegiatan lain.

Sementara itu, menurut Dosen Universitas Respati Yogyakarta yang telah menyelesaikan thesisnya dengan mengambil judul Strategi Promosi Grup Band Padi yang Bertumpu pada Media Iklan Radio, Drs. Pandapotan Rambe,M.Si, mengungkapkan, kondisi radio di Solo saat ini sedang koma. Artinya, pendengarnya sangat minim. “Berbeda dengan di daerah Bandung atau Jakarta yang masyarakatnya sangat hobi mendengarkan radio,” ungkapnya.

Menurut, Pandapotan, sebenarnya radio merupakan media yang tidak musiman. Radio menawarkan peluang kreatif yang unik bagi pembuat iklan dan radio juga memiliki jangkauan yang baik hingga kalangan pedesaan. “Sebagai Public Relations harus pandai-pandai melihat peluang agar iklan yang disampaikan melalui radio mampu menyedot perhatian pendengarnya,” imbuhnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge