0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sajian Tari Dalam Mabarung Gong Kebyar

Sanghara Kalpa, Interpretasi Pola Tingkah Manusia

Solo – Bencana alam menimbulkan kematian, penderitaan dan kesengsaraan karena manusia tidak bersahabat dengan alam lingkungannya. Provokasi kalangan intelektual terhadap kehidupan ini dampaknya lebih mengerikan. Ibarat bangunan selalu digoyah dalam pancangan yang kokoh.

Uraian diatas adalah sebuah bentuk keprihatinan yang melatarbelakangi repertoar tario bertajuk Sanghara Kalpa yang ditarikan dalam Festival Mabarung Gong Kebyar ke-2 di Pendhapa ISI Surakarta, Jumat (26/11). Fragmen tari garapan I Nyoman Putra Adnyana dengan composer musik I Nengah Mulyana ini mencoba menerjemahkan Sanghara Kalpa dalam bentuk garap karakter gerak dan suasana.

Interpretasi pola tingkah manusia berjuang dalam kehidupan ini ditujukan untuk memberikan makna kepada penonton. Sedangkan derak tarian berpijak pada vokabuler gerak tari Bali dan tari Jawa.

Sementara itu pemilihan ricikan gamelan terdengar cukup mendukung ungkapan gerak dan garap suasana. Suara ricikan gamelan yang terdiri gangsa, kantil, reong, kendang, kajar, suling, gong, kempul, jegog, jublag, cengceng, serta kenong membuat suasana semakin hidup.

Dalam akhir fargmen tari yang ditarikan oleh 11 orang ini menggambarkan pola tingkah manusia penuh keculasan, kesombongan dan kepalsuan. Bahkan sahabat menjadi maut tanpa disadari setiap saat berubah menjadi kematiannya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge