0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari ke-3 Temu Koreografer 2010

“SangYang Sri” Berangkat Dari Keprihatinan Padi

Solo – Kondisi pertanian sekarang tengah terpuruk. Hamparan sawah yang seharusnya hijau menguning dan penuh dengan bulir-bulir padi sekarang ini tampak kering dan mati sebelum masa panen. Pemikiran tersebut berangkat dari keprihatinan Hartanto, S.Sn, M.Sn melihat kondisi pertanian yang dahulu mengalami masa kejayaannya.

Dari keprihatinan itulah, Hartanto menggarap sebuah repertoar bertajuk “Sangyang Sri”. Sangyang Sri yang duluya dianggap sebagai mitos hidup oleh masyarakat kini suudah tergantikan oleh urea, puradan dan cairan-cairan kimia yang katanya menyuburkan namun justru menghancurkan.

Maka tak ayal jika dalam repertoar digambarkan kondisi alam yang gemah ripah loh jenawi tiba-tiba menjadi mandul dan mati. Tampak empat orang penari yang melambangkan padi menari dengan sukacita bersama Sangyang Sri. Namun kemudian munculah dua sosok perawakan manusia berwarna biru yang menari liar menghancurkan kawanan padi yang semula tumbuh subur. Dan kemudian padi pun hancur.

Dua sosok manusia tersebut menggambarkan hama yang menyerang padi. Disaat hama merajalela munculah Sangyang Sri sebagai harapan akhir.

Menurut sang Hartanto koreografer, repertoar tersebut berangkat dari sebuah keprihatinan yang mendalam. Keterpurukan petani, sawah, padi, hama, dan kegagalan panen menjadi dasar pemikiran merindu kembali kepada sosok Sangyang Sri .

“Repertoar ini cukup kontekstual dengan keadaan pertanian saat ini. Menjadi pertanyaan apakah kita harus menengok ke jaman dahulu kala ketika pertanian kita di puncak kejayaan,” paparnya kepada Timlo.net di Taman Budaya Jawa Tengah, (TBJT), (25/11).

Pengajar tari tradisi di ISI Solo ini menyajikan repertoar dengan tetap menggunakan unsur tradisi yang ia garap sedemikian rupa mejadi sebuah kesatuan gerakan yang menarik. Namun saying pergerakan penari seringkali luput dari sinaran lighting sehingga terkesan ada yang kurang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge