0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Memacu Semangat Pengrajin

Upaya Pengembangan Lurik ATBM

Solo – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gita Pertiwi Surakarta terus berupaya mengembangkan kerajinan lurik dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Direktur Utama Gita Pertiwi Surakarta, Sulistyani, mengungkapkan usaha tenun saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terbukanya peluang pasar untuk tenun lurik ATBM ini memacu semangat pengrajin mengembangkan aneka produk tenun dengan kualitas yang lebih baik.

Untuk pengembangan lurik ATBM, saat ini Gita Pertiwi bekerjasama dengan kemitraan Australia-Indonesia terus berupaya dengan memfasilitasi perajin lokal di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Hasilnya, sejak 2007 sampai saat ini sudah ada 781 pengrajin lurik ATBM ditempat itu yang menerima manfaat langsung dari Yogyakarta Central Java Community Assistance Program (YCAP). “Salah satu upaya untuk mendongkrak produksi lurik adalah dengan menggelar wisata lurik ATBM,” ujar Sulistyani.

Pemerintah desa setempat bersama dengan para pengrajin juga siap menerima kunjungan wisatawan yang ingin mengetahui proses pembuatan lurik, mulai dari pemintalan benang, pewarnaan, hingga penenunan.

Sementara itu, Camat Cawas, Ir Pri Harsanto, M.Si, berharap kepada pihak terkait untuk mendapat masukan tentang pengembangan lurik di Desa Wisata Tlingsing. “Adanya hubungan yang sinergis antara akademisi, LSM sebagai fasilitator, birokrasi dan semua pihak tentunya akan membantu mendongkrak omset penjualan produksi lurik di Cawas,” ujarnya saat di hubungi Timlo.net



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge