0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Traditional Performing Art On Campus

Sajikan Gita Cinta dan Aji Saka

Solo – Selain kisah cinta sejati Romeo dan Juliet, ternyata di Jawa juga ada sebuah kisah cinta sejati layaknya cinta dua tokoh karangan Shakespheare. Yakni Sawitri dan Satiawan. Kisah cinta sejati dua kekasih tersebut dibalut dalam sebuah repertoar ketoprak berjudul Gita Cinta Last Scene.

Jika dalam karya masterpiece Shakespheare menggambarkan kisah Romeo yang mau mengorbankan dirinya demi menyusul Juliet yang telah tiada, Gita Cinta justru sebaliknya. Sawitri rela menunggu dan melakukan darma bakti yang berbuah pada dihidupkannya kembali Setiawan sang suami.

“Ini bercerita tentang sebuah kesetiaan abadi. Di mana Sawitri baru satu tahun menikah dengan Setiawan harus rela kehilangan suaminya. Namun lewat dharma baktinya akhirnya sang dewa maut, Dewata Cengkar, menghidupkan kembali Setiawan,” papar sang Sutradara Arif Hartarta kepada Timlo.net dalam pertunjukan Ketoprak di Argobudoyo dalam acara Traditional Performing Art On Campus, (TPAC), Kamis (18/11).

Namun Arif melanjutkan, dalam penampilannya di TPAC ia hanya mementaskan last scene atau babak terakhir yang hanya berdurasi 15 menit. “Poin dari lakon ini ada di akhir jadi, saya ambil bagaian terakhirnya saja. Pasalnya setelah ini saya juga akan menyajikan ketoprak dengan lakon Aji Saka,” lanjutnya.

Dalam lakon Aji Saka yang dipentaskan oleh UKM Wiswakarman FSSR UNS ini menceritakan tentang lahirnya Hanacaraka yang dikenal sebagai huruf Jawa. “Selain menceritakan lahirnya Hanacaraka, Aji Saka juga menceritakan bagaimana seorang penguasa jangan sewenang-wenang serta sebuah pesan bahwa kebaikan akan menghasilkan hal yang baik sedangkan hal yang buruk akan melahirkan hal yang buruk pula,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge