0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kesadaran Minim, Pihak Sekolah Memaklumi

Habit Korban Merapi di Pos Pengungsian

Boyolali – Karena letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu, sekolah ditambahkan fungsinya sebagai tempat pengungsian bagi para korban Merapi. Kiranya hal itu terlihat di SMKN 1 Boyolali yang disambangi Timlo.net pada Selasa lalu (9/11).

Pada kesempatan tersebut, Timlo.net sempat bertemu dengan salah satu guru mata pelajaran Akuntansi, Manto. Ia menceritakan kehidupan pengungsi di sekolahnya tersebut. Mulai dari sifat atau habit yang mungkin biasa bagi mereka, hingga rasa kemanusiaan sekolah yang begitu dalam yang tidak tega untuk mengingatkan.

“Berdasar pendataan, pengungsi di sini mencapai 411 orang. Dan mereka semua tentu mempergunakan toilet yang ada. Pernah suatu ketika, mereka mempergunakan air secara bergantian hingga akhirnya bak nya asat”, ujar Manto. Di sini pihak sekolah tidak mempermasalahkan perihal tersebut karena memang air disupply oleh pemerintah Boyolali.

Ketidaktahuan pengungsi yang mungkin merupakan perilaku sehari-hari di desanya masing-masing, terbawa juga di pos pengungsian. Selain tidak tahu untuk menyalakan kran air, pengungsi juga menjemur pakaian di latar dan taman SMKN 1 Boyolali.

“Pihak sekolah sebenarnya ingin mengingatkan, namun kami tidak tega melihat keadaan tersebut. Mereka sudah tertimpa musibah, kami tidak mau membebani mereka dengan tugas-tugas lainnya seperti inisiatif untuk membuat tempat jempur pakaian dengan menggunakan seutas tali misalnya”, tambah Manto.

Namun demikian, Manto dan pihak sekolah sama sekali tidak merasa kewalahan melayani 411 pengungsi yang didata setiap harinya. Bahkan sekolah menyajikan hiburan gratis seperti ketropak, organ tunggal, dan Sitron untuk menghilangkan kepenatan para pengungsi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge