0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketika Dampak Psikologis Menerpa, Bemain Menjadi Pilihan Bagi Si Kecil

Pentingnya Arti Bermain Bagi Pengungsi Kecil

Boyolali – Selayaknya anak-anak yang masih gemar bermain ke sana kemari dengan penuh keceriaan. Namun, tampaknya hal itu jarang didapati oleh para pengungsi yang tergolong anak-anak. Mereka cenderung murung dan masih trauma ketika mendengar suara gemuruh yang mampu menggetarkan kaca-kaca rumah pengungsian.

Nugroho Budi Santoso, salah satu bocah yang terpaksa harus meninggalkan halaman bermainnya, masih terdiam lesu ketika digendong bapaknya, Sumanam. Lelaki paruh baya ini menerangkan bahwa Nugroho saat ini merasa takut ketika melihat kerumunan orang banyak.

Sebuah dampak psikologis yang didapati korban bencana Gunung Merapi. “Oleh karena itu, bermain sangat penting bagi anak-anak. Tujuannya selain membentuk pemikiran mereka agar tidak takut lagi atau trauma”, ujar Sumanam.

Bocah yang gemar bermain mobil-mobilan ini sudah mengungsi selama 3 hari lamanya. Ketika Timlo.net bertanya mengenai kegiatan di pengungsian, Sumanam mengungkapkan bahwa tiap sore memang sudah ada kegiatan bermain-main. Dan diharapkannya, dari kegiatan itu anak-anak bisa lebih ceria dan hilang rasa takutnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge