0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sedih dan Takut Menjadi Bayang-Bayang

Kegelisahan Pengungsi di Boyolali

Boyolali – Marwiyah, salah satu pengungsi di SMKN 1 Boyolali, saat ini hanya bisa mengisi hari-hari dengan merenung dan mengeluh. Di tengah nasib yang tak pasti, ia terus berharap letusan gunung Merapi cepat mereda.

Warga Cepogo ini sudah mengungsi sejak 5 hari yang lalu. Membawa keluarga dan anaknya, ia rela meninggalkan rumah demi mencari keselamatan dengan turun gunung ke daerah Boyolali. Maklum saja, rumahnya berjarak kurang lebih 5 km dari gunung Merapi.

“Memang rumah saya masih ada (Red-tidak kena wedhus gembel), tapi perasaan was-was, takut, masih terus membayangi setiap mendengar bunyi gemuruh”, ujarnya. Ketika Timlo.net bertanya soal seberapa besar bunyi gemuruh, ia menerangkan bahwa terkadang gemuruh terdengar dan terasa hingga tempat pengungsian.

Timlo.net pagi hari ini (07/11) berangkat ke pos pengungsian yang memang masih dalam zona aman. Namun demikian, meski tahu rumahnya terancam karena aktivitas gunung Merapi, Marwiyah dan pengungsi lainnya ogah untuk meninggalkan dusun Cepogo dan berencana akan kembali ke rumah setelah aktivitas gunung Merapi mulai mereda.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge