0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sanksi Pelanggaran KTR Belum Bisa Dijalankan

Ilustrasi (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Sanksi bagi masyarakat yang merokok di kawasan tanpa rokok (KTR) belum bisa diterapkan. Pasalnya Pemkab Sragen hingga sekarang belum mempunyai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) yang akan bertugas untuk melakukan tindakan dan pemeriksaan.

“Untuk sanksi belum bisa dijalankan karena belum punya penyidik PPNS,” kata Kabid Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, Fanny Fanani, ketika ditemui Timlo.net, di kantornya, Sabtu (3/11).

Menurut Fanny, penyidik yang akan melakukan penyidikan pelanggaran terhadap peraturan daerah (Perda) No. 1 tahun 2011 tentang KTR tidak asal bisa dilakukan sembarang PNS. Sebelum menjadi PPNS, PNS yang telah ditunjuk untuk itu terlebih dahulu harus mengikuti pelatihan penyidikan di Jakarta. Fanny menyatakan, mengenai siapa nanti yang akan dikirim untuk mengikuti pelatihan PPNS tersebut adalah menjadi kewenangan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen.

“Paling tidak nanti penyidiknya sudah pernah mengikuti penyidikan tentang KTR ini. Kemungkinan penyidik ini nanti baru akan diusulkan pada APBD tahun 2013, karena untuk tahun ini tidak mungkin,” terangnya.

Fanny menjelaskan baru-baru ini pihaknya bersama instansi terkait lainnya telah mengadakan pemantauan, sekaligus sosialisasi dan penyuluhan kembali kepada area yang telah ditetapkan sebagai KTR, di antaranya; tempat kerja, peribadatan, tempat bermain anak, sekolah, sarana kesehatan, tempat umum, dan dalam kendaraan angkutan umum. Ketentuan KTR tersebut diatur dalam Bab IV pasal 8 Perda No.1 tahun 2011. Sedangkan untuk sanksi, dfalam Perda itu disebutkan dari mulai saksi administratif, teguran dan denda mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Dalam Perda itu kan prinsipnya membatasi dan mengatur orang yang merokok, kalau melarang agak susah. Mengatur agar jangan merokok di kawasan tanpa rokok,” pungkasnya.

Sementara dari pantauan timlo.net di Rumah Sakit Mardi Lestari, Sragen, masih terlihat banyak orang yang merokok. Padahal di rumah sakit tersebut jelas-jelas terdapat tulisan “Kawasan Tanpa Rokok”. Tetapi nampaknya kesadaran masyarakat mengenai larangan di KTR ini masih kurang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge