0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teror di Sragen, Karanganyar dan Sukoharjo, Pelakunya Sama

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi (kiri) dan Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo (kanan) ketika memberikan keterangan pers terkait 7 pelaku teror dan perusakan di Sragen dan Karanganyar, Rabu (31/10). (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi, menyatakan 7 orang pelaku pengrusakan dan teror di salah satu kafe di Masaran dan beberapa tempat lain yang ditangkap Polres Sragen, Selasa (30/10) malam adalah orang-orang yang sama yang juga melakukan pengrusakan dan aksi teror di Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo.

“Saat ini 7 pelaku sudah kita identifikasi datanya sudah saya berikan ke rekan-rekan pers dan hasil sementara ada 3 TKP yaitu di Sragen, Karanganyar dan Sukoharjo. Berdasarkan  putusan dari Polda Jateng, kasus ini akan diambil alih oleh Polda penyidikannya,” kata Kapolres Sragen AKBP Susetio Chayadi didampingi Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, di rumah dinas Kapolres Sragen, Rabu (31/10).

Menurut AKBP Susetio, dari pengakuan pelaku, mereka telah melakukan perusakan dan pengancaman terhadap salah satu kafe di Masaran, Sragen. Sedangkan dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah Dita Wisnu alias Tsaabit (23), warga Jati RT 022/007 Jati Masaran, tidak diketemukan bahan peledak. Namun petugas berhasil menemukan sejumlah senjata tajam. Kapolres juga menolak mengatakan ketujuh pelaku terkait dengan jaringan terorisme di beberapa wilayah.

“Fakta di lapangan tidak ditemukan adanya bahan peledak. Terlalu dini kita menyimpulkan hal tersebut (teroris –Red). Fakta yang terjadi sementara ini adalah melakukan sweeping dan melakukan instimidasi dan pengancaman,” jelasnya.

Sementara itu terkait ditangkapnya salah satu pelaku pengrusakan yakni Ustadz Abdul Kholik (39), warga Pilang, Masaran, yang disebut-sebut sebagai Direktur Ponpes Al Furqon Karanganyar, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menyatakan, belum bisa memastikan apakah lelaki bernama Abdul Kholik itu seorang ustadz. Dia mengatakan Abdul belum memiliki pondok pesantren. Namun dia mengakui ada warga Karanganyar yang ditangkap di Sragen terkait dengan aksi teror yang dilakukan di Karanganyar dan di Sragen.

“Dari hasil sementara interogasi kita, mereka mengakui perbuatannya, salah satunya mengaku sebagai ustadz. Ada beberapa orang yang ditangkap Polres Sragen. Mereka mengakui perbuatan telah melakukan perusakan di Sragen dan Karanganyar,” kata AKBP Nazirwan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge