0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dari Rekonstruksi, Kardi Dibantai Dua Kali

Dalam rekonstruksi, salah satu tersangka sempat menginjak kepaka Kardi (korban). (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Jajaran Polres Sragen melakukan rekonstruksi pembunuhan terhadap Kardi alias Andut (36), warga Dukuh Karang Tanjung, RT 006, Pelemgadung, Karangmalang, yang dilakukan 6 pelaku, Rabu (31/10). Rekonstruksi ini disaksikan ribuan warga.

Dalam rekonstruksi yang melibatkan seluruh satuan Polres Sragen tersebut ditampilkan 51 adegan yang dilakukan 6 tersangka yang terdiri dari Septian Sendi Prabowo alias Sendok, (25), Andika Ratna Kencana Putra alias Babi (20), Ali Mustofa alias Tofa (18), ketiganya warga Sragen Kulon. Kemudian Fitra Nur Effendi alias Kenyuk (25), warga Mojo Kulon RT 003/007, Irwantoro alias Sukir (20), warga Sragen Wetan dan Sentot Supriyanto (21), warga Sragen Tengah.

Sebanyak 51 adegan tersebut dilakukan di 4 lokasi. Tiga lokasi berada di sekitar rumah salah satu tersangka, Filtra alias Kenyuk. Sedangkan satu lokasi berada di tepi sungai Bengawan Solo atau di depan Kampus Yapennas, Kampung Purwoasri, RT 040 A/014, Kroyo, Karangmalang.

Di lokasi pertama, enam tersangka beserta korban melakukan pesta minuman keras (Miras) sekitar pukul 02.00 WIB. Di tempat itu terjadi pembantaian yang dilakukan 6 tersangka kepada korban. Dalam rekonstruksi digambarkan bagaimana beberapa tersangka sempat menginjak-injak kepala korban. Setelah itu mereka membawa korban dengan menggunakan motor ke tepi saluran Sungai Bengawan Solo yang berada di depan Kampus Yapennas.

Sampai di tepi sungai, tubuh korban diletakkan begitu saja lantas ditinggal pergi. Saat itu diketahui korban masih bernyawa. Namun beberapa saat kemudian, 2 tersangka kembali lagi untuk melihat kondisi korban. Saat itu 2 tersangka kembali membantai korban dan menghabisi korban dengan cara menginjak dan menghantam kepala korban dengan menggunakan batu. Bahkan seorang tersangka sempat mengambil uang milik korban sebesar Rp 500.000 yang ada di dompet yang diletakkan di saku belakang sebelah kanan.

Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi, menyatakan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi penyidikan. Rekonstruksi juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum untuk mencocokkan antara keterangan di Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) dan fakta yang ada di lapangan.

“Kami mengimbau seluruh warga segera melapor apabila ada warga yang pesta Miras. Kami tidak akan memberikan toleransi. Miras adalah pintu tindak pidana lain. Kami harap ancaman maksimal 12 tahun dan 15 tahun penjara dapat dijatuhkan kepada enam tersangka. Apalagi, dua dari enam tersangka adalah residivis,” kata Kapolres.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge