0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus KDRT di Solo Masih Tinggi

Solo —  Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Kota Solo terbilang cukup tinggi. Selama kurun waktu tahun 2012 ini, tercatat sekitar 80 kasus KDRT yang terjadi, atau naik 10 persen dari tahun lalu.

Tingginya kasus KDRT ternyata tidak semata-mata meningkat secara kuantitas. “Fenomena KDRT itu seperti fenomena gunung es, yang tidak nampak di permukaan. Yang saya apresiasi, korban KDRT sudah mulai bisa terbuka, punya keberanian untuk membuka aib di dalam keluarganya,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3AKB) Kota Solo Hasta Gunawan kepada wartawan, Rabu (31/10).

Bentuk KDRT dalam rumah tangga sebagian besar dialami oleh perempuan berupa penganiayaan secara fisik. “Biasanya dipukul atau ditampar,” terangnya.

KDRT yang dialami oleh perempuan lebih cenderung karena faktor kesetaraan jender. “Dalam kultur masyarakat, perempuan menjalani peran-peran inferior daripada laki-laki,” ungkapnya.

Oleh karenanya, pihaknya mengoptimalkan peran lembaga Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Surakarta (PTPAS) di tingkat kota. Untuk tingkat kelurahan, ia menggerakkan semua potensi Pos Pelayanan Terpadu (PPT).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge