0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Investasi Bodong, Waspadai Jeratan Shadow Banking

TALKSHOW INVESTASI BODONG-Talkshow mewaspadai investasi bodong dengan menghadirkan pembicara Pemimpin Redaksi Infobank, Eko B Supriyanto (kanan) dan advokat kondang M Mahendradatta (tengah), di salah satu hotel boutique di kawasan Mangkunegaran, Rabu (31/10) (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Shadow banking alias bank gelap tak dapat dipungkiri keberadaannya cukup marak bercokol di Tanah Air. Oleh sebab itu, masyarakat wajib waspada, pasalnya lembaga keuangan nonbank ini melakukan praktik layaknya perbankan yang dikhawatirkan bisa merugikan masyarakat.

Shadow banking beroperasi dengan menghimpun dana dan menyalurkannya berupa kedit atau investasi. Bunga pinjaman yang diberikanpun terbilang tinggi.

Berdasarkan riset, Pemimpin Redaksi Infobank, Eko B Supriyanto, menyatakan dalam rentang waktu 2002 hingga 2012 sedikitnya sudah ada 70 lembaga shadow banking yang mati lantaran dihempas krisis.

“Dari 660 ribu ada 70 yang default (gagal-red) dan sekarang diurusi Bapepam-LK. Nilainya itu kan puluhan triliun, tepatnya Rp 20 triliun sampai Rp 23 triliun, itu adalah uang yang investasinya tidak dikembalikan,” terangnya kepada wartawan, seusai acara talkshow bertajuk “Mewaspadai Investasi Bodong”, di salah satu hotel boutique di kawasan Mangkunegaran, Rabu (31/10).

Eko pun meminta masyarakat senantiasa waspada saat berinvestasi. Mengingat hingga kini belum ada pengawasan terhadap koperasi simpan pinjam (KSP) maupun LKM. Meski tak bisa dipungkiri, shadow banking pengawasannya ada di wilayah Kementerian Keuangan, dalam hal ini dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Shadow banking yang koperasi-koperasi itu siapa yang ngawasin, nggak ada. Kementerian Koperasi dan UMKM? Nggak ada, nggak pernah diawasin,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kepada kalangan investor, Eko meminta senantiasa berhati-hati saat hendak melakukan investasi. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan, yakni mencermati suku bunga yang ditawarkan, pengecekan atas perizinan lembaga serta perikatan perjanjian yang ditawarkan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge