0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia! Kunci Diet yang Manjur

Diet tidak perlu menyiksa diri. (Dok:Timlo.net/Google Images.)

Timlo.net — Mereka yang tahu cara menjaga berat badan yang stabil sebelum memulai sebuah program diet cenderung mampu menjaga berat badan mereka setelah diet daripada mereka yang mengikuti program diet ketat.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang belajar menjaga berat badan dengan cara yang lebih rileks bisa menurunkan berat badan sama banyaknya dengan mereka yang menggunakan metode diet ketat dan bahkan mampu tetap langsing dalam jangka waktu yang lama.

Sementara itu, di sisi yang berlawanan, mereka yang mulai program diet segera setelah mereka memutuskan untuk menurunkan berat badan malah cenderung mengalami efek “yo-yo” di mana berat badan mereka naik turun karena mereka tidak bisa menjaga berat badan.

Penelitian-penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kehilangan lima hingga sepuluh persen dari berat badan bisa menurunkan resiko penyakit jantung, tapi banyak orang kesulitan menjaga berat badan yang sudah turun setelah mereka mengakhiri diet mereka.

Seperti dilansir dari The Telegraph, para peneliti dari Universitas Stanford, California, Amerika Serikat  membagi 267 wanita yang kelebihan berat badan atau menderita obesitas dalam dua grup. Satu kelompok segeral memulai sebuah latihan menurunkan berat badan selama 20 minggu, sementara kelompok lain menghabiskan waktu delapan minggu untuk mengikuti teknik menjaga berat badan yang kurang ketat.

Teknik tersebut termasuk menimbang berat badan setiap hari, dan kadang-kadang makan cemilan tidak sehat, secara sengaja menurunkan berat badan sebelum event-event seperti liburan saat orang-orang cenderung naik berat badannya, dan mencoba tidak menurunkan atau menaikkan berat badan lebih dari lima pound atau sekitar dua kilo.

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Consulting and Clinical Psychology di mana hasil dari penelitian tersebut kedua kelompok di atas berhasil menurunkan berat badan sebanyak 7 kilogram atau sembilan persen dari berat tubuh mereka.

Tapi mereka yang ikut program diet setelah 20 minggu diet menambah berat rata-rata sebanyak 1,3 kg selama tahun berikutnya, sedangkah mereka yang menjaga berat badan turun berat badan sebanyak 3 kg dalam 12 bulan.

Dr Michaela Kiernan dari Universitas Stanford yang memimpin penelitian ini berkata, “Waktu delapan minggu itu seperti latihan berlari. Wanita bisa mencoba berbagai latihan kestabilan dan berolahraga tanpa tekanan atau kekuatiran berapa banyak berat badan yang berhasil mereka turunkan. Kami menemukan bahwa menunggu selama delapan minggu membuat mereka sukses kehilangan berat badan. Bahkan lebih baik lagi, mereka yang melatih stabilitas lebih sukses dalam menjaga berat badan mereka turun setelah satu tahun.”



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge