0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

GBHN Tak Ada, Lembaga Tinggi Negara Kehilangan Arah

Anggota MPR RI, Bambang Wuryatno, memberikan penjelasan dalam sosialisasi 4 pilar di Pendopo Somanegaran, Selasa (30/10). (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Sesuai Instruksi Presiden No 6 Tahun 2005, maka semua menteri, kejaksaan, TNI, Polri, Gubernur dan seluruh bupati/wali kota diminta untuk memberikan dukungan dan bantuan bagi kelancaran sosialisasi UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang dilaksanakan MPR RI. Demikian dikatakan anggota MPR RI, Bambang Wuryatno, ketika membuka Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara kepada 100 kepala desa (Kades) dan camat, di Pendopo Somanegaran, Sragen, Selasa (30/10).

Menurut Bambang, semua anggota MPR saat ini gencar melakukan sosialisasi 4 pilar karena ada semacam keresahan yang cukup signifikan  di antara lembaga tinggi negara. Karena sejak GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) tidak ada, para lembaga tinggi negara kehilangan arah dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena setelah GBHN tidak ada, kita kehilangan arah ke mana mau melangkah dan pergi sebagai bangsa tidak jelas. Dan ini kalau terus menerus ke depan ahan sangat mengkawatirkan,” kata Bambang Pacul, sapaan akrab Bambang Wuryatno.

Akhirnya, lanjut dia, semua merasa bersalah dan dipersalahkan mulai dari presiden, DPR, Kejaksaan, TNI, Polri dan penegak hukum semua salah. Berangkat dari itu maka satu-satunya jalan adalah kembali kepada 4 pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu lata Bambang, berdasarkan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2005, dia meminta agar semua bupati/walikota ikut memberikan bantuan terlaksananya sosialisasi 4 pilar tersebut.

“Inilah yang harus kita sosialisasikan. MPR menetapkan berbagai macam cara baik melalui budaya, komunitas termasuk untuk kalangan Kades. Kades ini justeru mendapat prioritas utama karena mereka bersentuhan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, dalam kesempatan yang sama mengatakan, satu-satunya jalan agar kita tidak tersesat harus menengok kembali peta bangsa Indonesia yang termasuk di dalamnya 4 pilar kehidupan berbangsa. “Empat pilar ini yang kadang-kadang kita lupakan, yang hanya kita ucapkan ketika upacara. Tetapi kita lupa di saat melakukan praktek kenegaraan ini. Ini merupakan problem besar bagi bangsa ini,” kata Agus.

Agus mengungkapkan, kendati 4 pilar telah berulang kali disosialisasikan, salah satunya dengan melalui pertunjukan wayang di Alun-alun Kota Sragen, beberapa waktu yang lalu, tetapi rasanya itu belum cukup.

“Karena sesuatu yang baik itu harus dilakukan berulangkali secara terus-menerus,” katanya.

Sosialisasi 4 pilar ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Sragen Sugiyamto, Forum Pimpinan Daerah dan Wakil Bupati Daryanto. Sedangkan dari MPR selain Bambang juga ikut hadir anggota MPR RI, Daryatmo Mardiyanto dan mantan Rektor Untag, Drs Sukirno MS.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge