0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penangkapan Terduga Teroris di Mojosongo

Enam Bulan Ngontrak, Ahmad Buka Laundry

INAFIS Mabes Polri olah TKP di rumah kontrakan, tempat tinggal Abu Hanifah di Jalan Lawu, Mojosongo, Jebres, Solo, Selasa (30/10). (Dok.Timlo.net/ Iwan Dwi Wahyu Anggara)

Solo — Ahmad alias Abu Hanifah (30) yang  ditangkap satuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Mustaqbillal alias Mus di Sampangan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, menurut warga sekitar adalah sosok yang pendiam. Ahmad yang mengontrak rumah milik Giyono (40) warga Jalan Lawu Timur IV, Marengan, Mojosongo, Jebres, Solo sehari-hari membuka usaha laundry kecil-kecilan.

Salah seorang tetangga Ahmad, Giyono (40) mengatakan, ia dikenalkan dengan Ahmad oleh Mustaqbillal. Saat itu Ahmad mengatakan, bahwa bangunan rumah yang dijadikan sebagai tempat usaha kerajinan sangkar burung itu, lebih baik dikontrakkan. “Yang ngenalkan ya, Mus itu sekitar enam bulan lalu,” papar Giyono sesaat setelah Tim Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) Mabes Polri melakukan olah TKP, Selasa (30/10).

Kepada wartawan, perajin sangkar burung ini mengatakan, bersama istri dan kedua anaknya, Ahmad akhirnya mengontrak rumahnya dengan harga Rp 1,8 juta pertahunnya. Dan jika Ahmad betah menempati rumah tersebut, kontrak rumah itu akan diperpanjang.

“Pas di masjid itu saya ditemui Mus, kalau rumah saya sebaiknya dikontrakkan saja, biar ada yang mengurusi. Dan selang beberapa hari saya dikenalkan degan Mas Ahmad itu, Saya juga tidak tahu kesehariannya Mas, karena orangnya tertutup dan saya juga jarang pulang. Yang jelas saya tahu Mas Ahmad buka laundry,” ujar Giyono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge