0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penutupan TMMD di Sidowayah, Polanharjo

Jalan Tembus Klaten-Boyolali Diresmikan

TMMD di Lapangan SMPN 2 Polanharjo, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Jalan tembus penghubung antara Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten dengan wilayah Kabupaten Boyolali diresmikan. Peresmiannya dilakukan bersamaan dengan penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-89 tahun 2012 di lapangan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (30/10).

Dalam upacara penutupan itu dipimpin Asisten II Sekda Klaten Edy Hartanta dan dihadiri Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Puji Setiyono, Danlanud Adi Sumarmo Kolonel Pnb Kusworo, Kasrem 0274/Warastratama Letkol Inf Hariyadi, Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja dan sejumlah tamu undangan. Kegiatan ini diikuti Polri, Linmas, Banser, Satpol PP, OSIS dan Pramuka.

Perwira Seksi Operasional Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Mujiyanto dalam laporannya memaparkan, selain membuat jalan tembus sepanjang 1.500 meter dengan lebar 3 meter penghubung Klaten-Boyolali, TNI bersama masyarakat juga mewujudkan pembangunan talud sepanjang 350 meter, pembuatan 8 unit jamban keluarga, rehab lima rumah dan rehab rumah ibadah.

“Kegiatan fisik sudah selesai 100 persen. Seluruh kegiatan ini nilainya mencapai Rp 512,365 juta, namun karena dikerjakan dalam TMMD maka hanya menghabiskan dana Rp 270 juta. Sehingga ada penghematan Rp 242,365 juta,” papar Kapten Inf Mujiyanto.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Hardiono Saroso dalam amanat tertulis yang dibacakan Asisten II Sekda Klaten Edy Hartanto mengatakan, program TMMD dan berbagai bentuk karya bhakti TNI merupakan upaya untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat guna mendukung terwujudnya ketahanan wilayah dalam system pertahanan semesta.

“Disamping itu juga untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat gotong royong untuk pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi aktif dan kepedulian dalam akselerasi pembangunan di pedesaan,” ujarnya.

Dengan selesainya kegiatan TMMD ini, Pangdam meminta agar segala hasil pembangunan dan pengembangan sarana dan prasaranan fisik yang dicapai dapat dimanfaatkan serta dipelihara secara maksimal oleh Pemda dan masyarakat sekitar.

“Sedang hasil non fisik kiranya tidak hanya menjadi sekedar pengetahuan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan langsung dalam kehidupan seharihari,” katanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten, Letkol (Kav) Puji Setiyono selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke 89 Kabupaten Klaten menjelaskan, dana yang dipergunakan sebagai penunjang kegiatan TMMD ini berasal dari APBD Provinsi dan pendamping sebesar Rp175 juta, APBD kabupaten Rp37,5 juta, Bappermas Rp25 juta, DKKS Rp4 juta serta dukungan swadaya masyarakat Rp18,5 juta.

“Dalam TMMD yang berlangsung selama 21 hari itu, selain kegiatan fisik, juga mengadakan kegiatan non fisik yakni berupa penyuluhan Desk Anti Teror, tehnologi tepat guna, pelayanan KB, penghijauan, olahraga dan gelar seni budaya,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge