0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Solo Sidak ke Pasar Darurat Pasar Kliwon

Pedagang Korban Kebakaran Dapat Keringanan Retribusi

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto (Dok.Timo.net/Daryono)

Solo — Meskipun dinilai lambat, kalangan legislatif Solo mengapresiasi langkah Pemkot dalam menangani permasalahan pedagang yang menjadi korban kebakaran di pasar darurat Pasar Kliwon.

Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua DPRD Solo Supriyanto usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar darurat Pasar Kliwon yang terbakar, Selasa (30/10). “Pembangunan kembali pasar darurat sudah dilakukan. Meskipun kami nilai perhatian dari Pemkot terkait berbagai hal tergolong lambat pasca peristiwa kebakaran,” katanya saat ditemui Timlo.net di ruang kerjanya.

Dijelaskan, langkah pemkot yang seharusnya dilakukan selama ini dinilai kurang dalam upaya mengangkat perekonomian atau aktivitas di Pasar Kliwon. “Seharusnya 1 atau 2 hari setelah kebakaran sudah dilakukan langkah penanganan. Walikota bisa membuat keputusan terkait hal yang bersifat darurat meliputi 3 hal yaitu membangun pasar darurat kembali, memfasilitasi pedagang dan memberi keringanan retribusi. Harusnya 3 hari selesai, tapi ini dari kejadian kebakaran tanggal 18 sampai hari ini tanggal 30 baru ada solusi,” ungkap Supriyanto.

Meskipun demikian, legislator Partai Demokrat ini mengaku lega karena hari ini sudah ada solusi. “Tadi sudah ada keputusan. Dari segi modal, pedagang yang terkena bencana kebakaran akan mendapat bantuan modal Rp 2 juta tanpa diskriminasi. Sebelumnya sempat ada diskriminasi terhadap pedagang dari luar kota. Bantuan tersebut memang tergolong kecil namun diharapkan bisa membantu pedagang untuk beraktivitas kembali,” ujarnya.

Disamping itu, dari hasil Sidaknya, Supriyanto puas karena pasar darurat juga sudah dibangun kembali. “Sudah dibangun, sudah 90 persen,” katanya.

Selain itu, informasi yang didapat Supriyanto, Pemkot akan memberikan keringanan retribusi terhadap 16 pedagang yang menjadi korban kebakaran. “Keringanan retribusi ini diberikan sehingga bisa memberi kenyamanan pedagang sampai kemudian pindah ke tempat yang baru. Prioritasnya 16 pedagang yang menjadi korban kebakaran,” imbuhnya.

Tak hanya itu, hari ini 10 pedagang sayur dan kelontong mendapat bantuan timbangan dari Balai Metrologi wilayah Surakarta. “Hanya 10 pedagang karena pedagang yang lain jenis dagangannya berbeda. Ada yang bengkel dan usaha lainnya,” tukas Supriyanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge