0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cara Menghilangkan Arsenik pada Beras

(Ilustrasi) Beras di Gudang Bulog (Dok:Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Timlo.net —  Di awal bulan Oktober sempat beredar rumor mengenai beras Thailand yang mengandung arsenik diimpor ke Indonesia. Walaupun kenyataannya temuan kasus beras dan produk beras yang mengandung arsenik hanya ditemukan di Amerika Serikat.

Tapi bila Anda masih merasa waswas dan kuatir, berikut saran-saran beberapa ahli mengenai cara membersihkan beras dari arsenik dilansir dari Chicago Tribune:

Bersihkan beras secara menyeluruh

Badan Pengawas dan Obat (FDA) Amerika menyarankan untuk mencuci beras dengan air hingga bersih (empat hingga enam kali) bisa mengurangi kandungan arsenik total hingga 25-30 persen.

Periksa kebersihan air di wilayah Anda

“Pastikan persediaan air local di wilayah Anda tidak tinggi kandungan arseniknya,” kata John Duxbury dari Cornell University, yang meneliti arsenik dan beras. “Jika air di wilayah Anda memang memiliki kandungan arsenik yang tinggi, membersihkan beras dengan air itu akan membuat kondisi menjadi lebih parah. Tapi jika kandungan arsenik pada air sekitar 10 bagian per 1 milyar, maka air tetap aman,” tambahnya.

Tanak dan keringkan nasi

“Kami sarankan menggunakan 6 bagian air untuk satu bagian beras,” kata Michael Hansen, seorang peneliti senior dari Consumer Reports. “Dan lalu keringkan air sampai habis,” tambahnya. FDA mengatakan bahwa penelitian menunjukkan mencuci dan menanak nasi dalam air yang lebih banyak bisa mengurangi level total arsenik hingga 50-60 persen. “Tapi kami juga perlu mengingatkan bahwa mencuci beras akan mengurangi kandungan nutrisi di dalamnya,” terang organisasi ini.

Pilih beras aromatik

Untuk para penggemar beras basmati India atau beras melati Thailand, mereka bisa merasa kurang kuatir. Menurut ratusan penelitian, berbagai jenis beras aromatik memiliki kandungan arsenik yang kecil.

Pertimbangkan membatasi konsumsi beras merah

Dari segi nilai nutrisi dan serat, beras merah adalah jagoannya, tapi karena kulit beras pada beras merah masih utuh, maka beras merah bisa mengandung banyak arsenik. Paling tidak demikianlah hasil penelitian yang ada.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge