0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Radya Pustaka Ulang Tahun ke-122

Tumpengan memperingati berdirinya Radya Pustaka yang ke-122 tahun (timlo.net - dhefi)

Solo – Museum Radya Pustaka Solo genap berusia 122 tahun. Perjalanan panjang telah mengiringi museum tertua di Indonesia tersebut hingga menjadi seperti saat ini.

Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Jaka Darjata menjelaskan, banyak peninggalan bersejarah yang menjadi koleksi museum tersebut. Selain berupa benda-benda pusaka, terdapat pula literatur kuno yang menjadi saksi perjalanan sejarah di masa lalu yang masih tersimpan di museum tersebut.

Dari waktu ke waktu, pengelolaan museum peninggalan Paku Buwono X tersebut dinilai masih belum maksimal. Penghasilan museum yang didapat dari pengunjung tidak sebanding dengan biaya operasional yang cukup tinggi. “Income tiap tahun masih sangat rendah. Pada tahun terakhir, hanya sekitar Rp 15 juta saja,” terangnya, Senin (29/10).

Pihaknya sendiri juga prihatin, pengelola museum belum bisa memberikan upah pada karyawan secara layak karena kondisi museum. Karyawan di dalam museum masih berpenghasilan di bawah UMR tiap bulannya.

Sementara, Walikota Solo Hadi Rudyatmo menanggapi apa yang disampaikan oleh pengelola museum. Selain memberikan bantuan dana perawatan melalui APBD, Pemkot berusaha mencarikan tambahan dana operasional museum melalui anggaran Propinsi maupun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Yang jelas dengan keberadaan museum  ini bisa memberikan dampak pada kota Solo dalam melestarikan peninggalan-peninggalan para leluhur,” terang Rudy, sapaan Walikota.

Acara Hari Jadi Museum Radya Pustaka dilaksanakan secara sederhana. Dipimpin Walikota, upacara dilakukan dengan potong tumpeng.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge