0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konsumsi Narkoba, Pegawai Leassing Ditangkap

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi, memberikan keterangan pers kasus narkoba dengan tersangka Moko didampingi Wakapolres, Kompol Hartolo (kedua dari kiri), Kasubag Humas, AKP Mulyani (kiri) dan Kasar Reskrim, AKP Y Trisnanto (kanan), Sabtu (27/10). (doki.timlo.net/agung)

Sragen – Petugas dari Satuan Narkoba Polres Sragen berhasil membekuk Dwi Trijatmoko alias Moko (30) seorang pengguna narkotika golongan I dalam bentuk tanaman ganja. Moko yang diketahui bekerja di salah satu perusahaan leassing BFI Sragen ditangkap setelah petugas melakukan under cover.

Operasi yang dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Bambang Krestyono, membekuk Moko di salah satu toko di Sapen, Kecamatan Gesi, Rabu (24/10) lalu. Sedangkan Moko sendiri yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah warga Janglot, RT 001, Desa Katelan, Kecamatan Tangen.

Ketika akan disergap polisi sempat kehilangan jejak ketika melakukan pengintaian terhadap tersangka yang saat itu mengendarai sepeda motor merek Honda Beat dengan Nopol AD 2011 ZN yang melaju ke arah Tangkil, Sragen. Namun akhirnya Moko berhasil diringkus setelah anggota Sat Narkoba Polres Sragen melakukan pencarian ke sejumlah wilayah yang dicurigai sering didatangi tersangka.

Dari pengakuan Moko, barang haram tersebut tidak dijual kepada orang lain melainkan dikonsumsi sendiri. Dia telah mengonsumsi narkotika jenis ganja selama 4 bulan. “Saya nggak menjual ke siapa pun. Saya beli dari orang Rp 100.000. Sebagian saya simpan di kamar dan sebagain lain saya campur tembakau dan dilinting,” katanya kepada wartawan, Sabtu (27/10).

Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi, menjelaskan tersangka ditangkap bersama barang bukti satu batang rokok berisi tembakau yang dicampur ganja yang ditemukan di saku baju pelaku. Sedangkan di kamar milik korban ditemukan satu paket berisi daun dan ranting kering yang diduga ganja siap edar.

Anggota Satres Narkoba juga menyita sepeda motor Honda Beat yang digunakan bertransaksi serta satu buah handphone Nokia milik tersangka. Kapolres mengatakan tengah mengembangkan kasus tersebut. Hal itu karena pelaku mengaku membeli dari seseorang berinisial Sp yanhg saat ini telah dinyatakan sebagai target operasi (TO).

“Kami akan mendalami kasus. Termasuk mencari Sp. Menurut pelaku membeli ganja dari Sp. Tersangka dijerat pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) UU RI Nomor 15/2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda Rp8 miliar,” kata AKBP Susetio Cahyadi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge