0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Sumur Asin, Sidowarno Bikin Sumur Dalam

Sumur dalam di Desa Sidowarno, Wonosari, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Pemerintah Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten mulai melakukan pengeboran sumur dalam di desa mereka. Pembuatan sumur dalam itu menyusul tercemarnya air sumur milik warga yang berwarna kuning dan rasanya asin.

“Pembuatan sumur dalam itu merupakan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas),” ujar Kepala Desa Sidowarno, Rujito saat ditemui wartawan, Senin (29/10).

Rujito menjelaskan, pembuatan sumur dalam program Pamsimas menelan biaya total Rp275 juta dari APBN ditambah swadaya masyarakat Rp 11 juta. Pengeboran sumur di tanah kas desa yang berlokasi di Dukuh Morangan tersebut sudah dilakukan sejak akhir pekan lalu.

“Kami rencanakan pengeboran sumur dengan kedalaman 100 meter itu bisa selesai dalam waktu 10 hari kedepan. Sejak hari pertama pengeboran pada Sabtu (27/10) lalu hingga kini sudah mencapai 25 meter,” jelas Rujito.

Rijito menerangkan, sumur dalam dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 650 kepala keluarga (KK) di tiga dukuh di Desa Sidowarno. Tiga dukuh itu diantaranya Dukuh Butuh, Morangan dan Ngawen.

“Setelah selesai pengeboran nanti langsung disalurkan ke rumah-rumah. Diperkirakan debit air yang dikeluarkan dari sumur dalam tersebut sekitar 7,2 meter per detik,” kata Rujito.

Ditanya mengenai sistem pengelolaannya, Rujito mengatakan, pengelolaan dilakukan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang nantinya diharapkan bisa membantu untuk pemasukan kas desa.

“Kami akan membuat Perdes. Sehingga bentuk pengelolaanya bisa seperti BUMDes,” ujar Rujito.

Menurutnya, dengan adanya saluran air bersih itu nantinya warga tidak perlu repot lagi mencari sumber air bersih yang layak konsumsi. Sebab, selama ini dari total 500-an sumur milik warga sebagian besar airnya kurang layak konsumsi. Selain berwana kuning, air juga berasa asin.

“Rencana kedepan pada 2013, akan dilakukan penambahan saluran atau pipanisasi ke beberapa dukuh lain yang belum tersalur, seperti Dukuh Balong, Sidowarno dan Ngunut. Kami sudah mengajukan proposal ke PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Wonosari untuk rencana tahun depan,” ujar Rujito.

Sementara itu, Giyardi (42) warga Dukuh Morangan, Desa Sidowarno mengaku menyambut baik pembuatan sumur dalam yang terletak disebelah rumahnya tersebut.

“Tidak masalah yang penting kebutuhan air bersih warga bisa tersalurkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge