0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terlalu, Mau Kredit Motor kok Nyuri Kotak Infaq

()

Solo — Benar juga pepatah yang mengatakan, “bahagia itu sederhana”, tidak punya utang, tidak berurusan dengan polisi, juga menikmati hasil pekerjaan halal, dan tidak merugikan orang lain. Tapi lain dengan pengamen satu ini yang nekat mencuri gara-gara mau kredit motor karena belakangan ia sering diejek lantaran tidak punya sepeda motor.

Adalah Olan Setiawan (18), warga Kampung Losari RT 5/RW III Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Seperti halnya dituturkan Kapolsek Pasar Kliwon AKP Parni Handoko melalui Kanit Reskrim Polsek Pasar Kliwon, Iptu Teguh Sudjadi, aksi Olan bukan Ramlan ini dilakukan, Jumat (26/10) sekitar pukul 04.30 WIB. Pengamen yang biasa ngamen di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini sengaja mruput melancarkan aksinya karena saat itu korban, Siwi (44) yang tak lain adalah tetangganya sendiri sedang pergi ke Masjid untuk Sholat Subuh.

Lebih lanjut, Teguh menceritakan, dalam menjalankan aksinya ini, Olan lewat pintu depan yang kebetulan kok ya tidak dikunci. Setelah berhasil masuk, langsung jak-jak’an di kamar korban. Dua handphone milik korban disikatnya. Nah, rupanya korban masih kurang puas, dan tetap nekat mengambil uang infaq masjid. Padahal, kotak amal itu, mau dibawa korban ke masjid saat Sholat Ied pagi harinya. “Korban merupakan bendahara masjid,” ungkap Teguh.

Namun, sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Aksi pria yang kini masih berwajah bengep ini kepergok istri korban. Kebetulan saja, saat itu istri korban selesai sholat di kamar lain, dan melihat pelaku keluar pekarangan korban dengan mengendap-endap. Olan yang sadar bahwa aksinya dipergok’I langsung kabur nggenthorit.

Lantaran curiga, istri korban dan anaknya memberitahukan kejadian tersebut kepada jamaah masjid usai Sholat Subuh. Setelah dicheck, dua buah handphone merk Nokia dan Merk Micxon milik korban tak ada ditempat, serta kotak amal yang disimpan korban di kamar sudah dalam keadaan rusak, uang Infaq isi kotak amal sebesar Rp 259 ribu lenyap dibawa kabur pelaku.

“Yakin ada tindak pencurian, jamaah masjid ramai-ramai mendatangi tempat tinggal pelaku yang juga tetangga korban. Pelaku sempat dihakimi masa yang jengkel, kemudian diserahkan ke Polsek Pasar Kliwon,” kata Teguh.

Kini pelaku mendekam di Mapolsek Pasar Kliwon. Selain menangkap Olan, Polisi juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan pelaku. Diketahui pelaku merupakan residivis kasus serupa. Ia pernah menjalani hukuman karena mencuri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kepada wartawan, Olan mengaku dirinya selalu di hina lantaran tidak punya motor. “Lha saya selalu diece (hina) sama teman-teman karena tidak punya motor. Uangnya mau saya gunakan untuk kredit motor,” kata Olan sambil menahan sakit lantaran mukanya jadi sasaran bogem mentah massa yang jengkel dengan tindakannya ini.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge