0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gantole Jateng Siap Evaluasi Hasil PON

Solo —  Gagal memberikan prestasi emas di PON XVIII Riau, tim Gantole Jawa Tengah siap melakukan evaluasi. Faktor non-teknis diyakini menjadi penyebab olahraga gantole Jateng mengalami nasib kurang baik di Riau.

Salah satu atlet gantole Jateng yang terjun di PON kemarin, Susetyoko “Stick” menilai bahwa, ada kejanggalan non-teknis yang dilakukan oleh tuan rumah. Ya, menurutnya, technical meeting saat perlombaan sambar pita, dan dilakukan sebanyak dua kali oleh panpel selama perlombaan di Bandara Pinang Kampai, Riau.

“Di cabang olahraga mana pun yang namanya TM pasti hanya sekali sebelum pertandingan, tapi ini menjelang (shortie) hari keempat justru digelar TM lagi yang akhirnya malah meniadakan perlombaan hari keempat,” tegas Stick, kemarin.

Padahal, menurutnya dalam (shortie) hari pertama dan kedua Jateng yang menempati peringkat kesepuluh, pada hari ketiga Jateng sempat menyodok sampai peringkat empat. Tapi karena perlombaan hari keempat ditiadakan praktis Jateng hanya menempati ranking empat dan gagal meraih medali. Kejanggalan juga terlihat di nomor perlombaan (cross country).

“Tapi kemarin baru separuh peserta yang terbang sudah ditutup, dan anehnya peserta sisanya dilanjutkan di hari berikutnya. Ini kan aneh sekali. Di tingkat internasional sekalipun tidak ada aturan seperti itu,” imbuh Stick.

Bahkan kontingen dari Banten dan DKI, memilih jalan WO (walk out) di tengah pertandingan. Peringkat juara umum untuk cabang gantole akhirnya jatuh ke kontingen Jabar, sedangkan peringkat dua ditempati Jatim dan ketiga DIY. Jateng sendiri selain Stick juga mengirimkan dua atlet lainnya, Oke Andrianto, Arif Nursilo dan Susetyoko.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge