0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Lereng Merapi Masih Krisis Air

()

Boyolali — Meski sudah turun hujan, namun warga di lereng Gunung Merapi, wilayah Kecamatan Selo, Boyolali masih merasakan krisis air. Mereka terpaksa harus mengantri di bak-bak penampungan air. Ironisnya lagi, satu derigen berisi 30 liter baru akan penuh dalam waktu 30 menit. Hal ini karena sumber air yang keluar sangat kecil.i bak-bak penampungan air yang berada di setiap desa hampir setiap hari terdapat puluhan derigen air yang sengaja ditinggalkan pemiliknya.

Derigen tersebut sengaja ditaruh di bak penampungan untuk menampung air yang disalurkan dari sumber air di lereng Gunung Merbabu. Sayangnya sumber air yang kecil tersebut harus dibagi ke puluhan kepala keluarga.

Salah satu warga Dusun Penthongan, Desa Samiran, Selo, Sri Suratmi, kemarin, mengaku untuk mendapatkan air bersih terpaksa berjalan sejauh 1 kilo ke bak penampungan air. Pasalnya, bak penampungan air yang terdekat dengan rumahnya sudah banyak antrian. “Terpaksa mencari ke bak yang sepi antrian biar segera dapat air bersih, kalau antrian banyak nanti sampai malam baru kebagian airnya,” ungkap Sri Suratmi ditemui di rumahnya.

Hal senada juga diungkapkan, Murti, dirinya terpaksa mandi satu kali karena sulitnya mendapatkan air bersih. Kondisi ini sudah terjadi sejak sebulan lalu. Untuk membeli air dalam tangki, diakui tidak mampu karena mahalnya biaya pengiriman sampai ke desanya.”Tidak mampu kalau beli air harganya sangat maha,” tandas Murti.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge