0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Judi kok di Jembatan, ya Ditangkap

Solo — Gara-gara berjudi di jembatan, dua warga Dawung, Solo ditangkap polisi, Sabtu (13/10) pukul 23.30 WIB. Kedua orang ini diketahui sedang bermain judi abangan dengan kartu remi. Saat ditangkap, mereka berdalih untuk melestarikan permainan tradisional.

Kedua tersangka judi ini yakni Sugeng (45) warga Dawung Wetan RT 002 RW 012, Danukusuman, Serengan, Solo dan Agung Surono Nugroho (45) warga Dawung Tengah RT 005/RW 015, Serengan, Solo ditangkap beserta barang bukti berupa satu set kartu remi, 12 potongan kecil kartu remi, uang tunai Rp 20 ribu.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjima’in melalui Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Edy Suranta Sitepu memaparkan, permainan judi abangan dapat diikuti oleh maksimal tiga orang dengan sistem dua kali putaran sekali permainan. Ciri khas dari permainan judi itu menggunakan tanda yang disebut kecik. Kecik tersebut dibuat dari sobekan atau potongan kartu remi. Kecik diberikan kepada peserta judi yang sudah memiliki nilai.

“Jika dalam dua kali putaran telah selesai, orang yang memiliki poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Baru setelah itu peserta yang kalah memberi uang taruhan kepada peserta yang menang,” papar Edy kepada wartawan, Jumat (26/10) siang.

Edy menambahkan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara.

Sementara, salah satu tersangka penjudi Sugeng mengaku bahwa sebenarnya judi yang mereka mainkan merupakan permainan tradisional.”Judi abangan ini permainan tradisonal lho, Mas. Kok malah ditangkap? Kita itu melestarikan permainan tradisional,” kata buruh bangunan ini kepada wartawan.

Namun, judi tetap saja judi, polisi tetap memprosesnya demi tegaknya hukum yang berlaku.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge