0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

138 Sapi Milik Pemkab Memprihatinkan

Tidak Becus Urus Sapi, Bupati Tegur Disnakkan

Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, ketika meninjau pengolahan pupuk organik dan penggemukan sapi di Kecamatan Gondang. (dok,timlo.net/agung)

Sragen – Di tengah keberhasilan program penggemukan sapi dan pembuatan pupuk organik yang dilakukan oleh kelompok tani Lestari di Kecamatan Gondang, kenyataan sebaliknya terjadi di peternakan yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Aneka Usaha Ternak, Dukuh Klero, Dawung, Sambirejo, Sragen. Di peternakan tempat penggemukan sapi  milik Pemkab Sragen tersebut justeru keadaan sapi-sapinya memprihatinkan. Dapi yang semuanya berjumlah 138 ekor semua dalam keadaan kurus dan tidak terpelihara dengan baik.

Kondisi itu sepenuhnya diakui Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman. Disebutkan, kalau di Gondang merupakan percontohan yang baik, tetapi sapi-sapi yang ada di UPTD Klero, Sambirejo adalah percontohan yang tidak berhasil.

“Kalau di sini (Gondang) adalah contoh sukses story. Untuk sapi-sapi yang ada di UPTD Klero, Sambirejo memang harus kita akui bahwa di Klero juga jadi percontohan kita, kalau ternak itu tidak dikelola dengan bagus hasilnya ya seperti itu, dalam keadaan kurus,” kata Bupati saat meninjau pengolahan pupuk organik di Kecamatan Gondang, belum lama ini.

Rencananya pada tahun 2013 mendatang Pemkab akan mengambil langkah revolusioner dengan cara menjual seluruh sapi yang ada di UPTD. Kemudian akan dibelikan dengan bibit baru yang lebih baik untuk pembenihan dan penggemukan. “Karena di Klero sana ada 138 ekor sapi yang semuanya dalam kondisi memprihatinkan,” ujarnya.

Bupati mengaku, pihaknya telah memberikan teguran keras kepada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen terhadap apa yang terjadi di Klero. Disnakkan menurutnya, perlu belajar dari kegagalan akibat tidak mengadakan pengelolan secara baik.

“Saya sampaikan ke Disnakkan, kalau kita tidak bisa memberikan contoh yang bagus kepada para petani peternak kita bagaimana kita bisa memberikan arahan yang baik kepada mereka. Saya kira itu jadi media reflektif yang bagus,” tambahnya.

Kepala UPTD Aneka Usaha Ternak, Joko Isgianto, mengaku selama ini pihaknya terkendala alokasi dana yang disediakan belum memadai. Dari alokasi dana seharusnya Rp 7.000 per ekor hanya mampu dipenuhi Rp 3.000 per ekor. Hal itu makin membuat kondisi sapi memprihatinkan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge