0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Melestarikan Permainan Tradisional dengan Belajar Egrang

Belajar bermain egrang di Taman Balekambang, Kamis (25/10). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Di tengah derasnya gempuran permainan yang serba digital, permainan tradisional ‘Egrang’ saat ini semakin jarang dijumpai. Permainan yang dahulunya sering dimainkan oleh anak-anak tersebut seakan-akan sudah menjadi barang antik, bahkan sudah jarang sekali anak-anak yang bisa memainkannya.

Dalam ulang tahunnya ke-91, Taman Balekambang Solo menghadirkan permainan tradisional tersebut. Banyak anak yang tertarik memainkan permainan egrang itu. Dengan bantuan ibu atau teman dekatnya, mereka saling bergantian memainkan permainan tradisional tersebut. Mekipun gagal berkali-kali, mereka tetap semangat memainkannya.

Salah seorang ibu yang mengajari anaknya bermain permainan tradisional egrang, Ida Yuanita mengatakan saat seusia anaknya dulu, dirinya beserta teman-temannya sering bermain egrang pada saat musim panen tiba. Namun dijaman sekarang ini permainan tradisional terpinggirkan dengan permainan yang bersifat digital. “Saat ini jangankan ingin memainkan egrang, menggunakan egrang saja anak sekarang belum tentu bisa,” ungkapnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Balekambang, Endang Srimurniati mengatakan dihadirkanya salah satu permainan tradisional egrang tersebut untuk mengingatkan kepada para orang tua agar tidak melupakan permainan tradisi. Disamping itu juga, diharapkan para orangtua juga mengajarkan permainan yang populer di masa mereka dulu. “Permainan tradisional ini kami hadirkan agar para generasi muda juga ikut mengenalnya. Sehingga mereka tidak asing dengan permainan khas indonesia tersebut,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge