0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Handoko Hendroyono

Perusahaaan Advertising Lokal Tidak Punya Filosofi

(Dok:Timlo.net/Ranu)

Solo —  Sutradara film iklan dan pemilik salah satu perusahaan brand maker sekaligus penulis buku “Brand Gardener”, Handoko Hendroyono, mengungkapkan, kebanyakan perusahaan advertising lokal tidak memiliki filosofi.

Hal ini berbeda dengan perusahaan advertising di luar Indonesia yang memiliki dan bekerja berdasarkan filosofi mereka masing-masing. Hal inilah yang memacunya untuk mencari filosofi untuk perusahaan advertising dan brand maker kepunyaannya.

Setelah melakukan brainstorming dan aktif menulis dalam berbagai majalah marketing semenjak tahun 2005, pria lulusan FISIP Universitas Indonesia (UI) tahun 1991 ini pun menciptakan konsep Brand Gardener pada tahun 2007.  Konsep tersebut akhirnya dituangkan dalam bentuk buku dengan judul yang sama.

“Siapapun yang ingin menciptakan brand entah perusahaan ataupun perorangan, mereka itu bisa disebut sebagai brand gardener (tukang kebun brand/merkred). Dan sama seperti tukang kebun yang berkebun dengan berbagai media tanam, para brand gardener bisa menciptakan dan mempromosikan brand mereka lewat berbagai media,” kata Handoko dalam acara kelas AkBer Solo di Batik Kaoeman, Kamis (25/10).

Setelah pria yang memulai karirnya sebagai illustrator majalah tersebut mengenalkan konsep itu, ternyata ada banyak UKM yang tertarik untuk belajar padanya untuk mengembangkan brand-brand mereka. “Tapi saya senang bisa membantu UKM mengembangkan bisnis mereka,” terang Handoko kepada Timlo.net usai acara kelas.

“Sebenarnya saya punya keinginan untuk menerjemahkan buku saya (Brand Gardener —Red) dalam bahasa Inggris dan mencoba menjual buku tersebut di luar Indonesia, paling tidak menjual secara online,” kata pria yang gemar membaca tersebut.

Dia yakin konsep yang ada di buku tersebut bisa diterima dan bisa menawarkan sesuatu kepada masyarakat Internasional.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge