0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biaya Kawin Suntik Dikeluhkan

Kepala Disnakperla (Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan) Wonogiri, Rully Pramono Retno (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto)

Wonogiri —¬† Ketua DPC PPP Wonogiri, Anding Sukiman mengeluhkan mahalnya biaya IB (Inseminasi Buatan) atau kawin suntik bagi ternak sapi. Pasalnya dianggap memberatkan para peternak. Dirinyapun mengusulkan pemkab menggratiskannya.

“Per suntik biayanya Rp 50 ribu, padahal seringkali sapi tidak bisa hamil hanya dalam satu kali suntikan, jadi butuh beberapa kali lagi, otomatis akan menambah pengeluaran peternak, ini sangat memberatkan, jadi kami mengusulkan kawin suntik agar digratiskan,” terangnya, Kamis (25/10).

Dikatakannya jika biaya kawin suntik gratis tentu saja akan mendongkrak populasi sapi di Wonogiri. Lantaran peternak bakal bersemangat muminta penghamilan buatan itu.

“Berdasarkan data yang kami peroleh saat ini jumlah sapi betina di Wonogiri ada sekitar 180.000 ekor, sedangkan yang produktif hanya separuhnya, jika bisa gratis kami yakin bakal meningkat lagi,” tandas Anding.

Terpisah, Kepala Disnakperla (Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan) Wonogiri, Rully Pramono Retno membantah biaya kawin suntik mencapai Rp 50.000. Yang benar menurutnya hanya Rp 45 ribu.

“Kalau yang katanya Rp 50 ribu itu berarti bukan dari petugas kami, jadi kami minta peternak yang akan menginseminasikan sapi agar menghubungi langsung petugas Disnakperla di kecamatan,” ujar Rully.

Dis isi lain, dia sebenarnya menyetujui usulan penggratisan biaya IB. Namun konsekuensinya Pemkab harus menganggarkan dana Rp 10 miliar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge