0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dihantui Rasa Takut, Pelaku Tabrak Lari Menyerahkan Diri

Pelaku tabrak lari menyerahkan diri ke Polres Boyolali, Kamis (25/10). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Seorang pelaku tabrak lari, Kamis (25/10) siang, menyerahkan diri ke Satlantas Polres Boyolali. Kepada petugas pelaku mengaku memilih melarikan diri usai menabrak dua warga lanjut usia di depan Kantor Kecamatan Mojosongo, Selasa lalu (23/10), pukul 04.30 WIB. Dua korban tewas dalam kecelakaan tersebut.

Selama dua hari, pelaku tabrak lari, Sigit Sumaryanto (30) warga Banyuanyar, Ampel, menyembunyikan dirinya. Pelaku akhinya menyerahkan diri ke petugas satlantas Polres Boyolali,pagi tadi. Kepada petugas, pelaku yang belum bisa memberikan keterangan banyak ini mengaku selama dua hari berada di rumah.

“Saya ketakutan dan memilih menyerahkan diri, saya akan ikuti proses hukum,” ungkap Sigit pasrah.

Musibah lakalantas sendiri terjadi pada Selasa pagi pukul 04.30 wib, pada saat itu pelaku mengendarai Panther. Sesampai di lokasi, kondisi jalan yang gelap dan pelaku dalam kondisin mengantuk tidak melihat dua korban, Salimah (70) dan Parmi ( 75) warga Mojosongo menyeberang ke utara hendak berjualan pepaya ke Pasar Mojosongo. Pelaku terkejut namun tidak sempat menghindar dan menabrak kedua korban yang sudah lansia, hingga korban Parmi tewas seketika di lokasi. Sedang korban Salimah meninggal dunia di RSUD Pandaranan Boyolali.

Terungkapkanya kasus ini, menurut Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Sugino, berkat potongan kaca spion yang tertinggal di lokasi kejadian. Lewat potongan kaca spion tersebut petugas menemukan jenis mobil yaitu Panther.

“Kita kembangkan, karena informasi mobil larinya ke Barat arah Ampel, kita cari di Ampel pemilik panther yang rusak kaca spionya,pengembangan sudah mengerucut,syukurlah pelaku sudah menyerahkan diri,” tandas Sugino ditemui di ruang kerjanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge