0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Staf Ahli Menteri Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unisri

Kuliah Umum mahasiswa Unisri Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan perubahan paradigma dan perilaku manusia. Globalisasi informasi yang dihadirkan teknologi disatu sisi menimbulkan masalah tersendiri. Demikian disampaikan Staf Ahli Mentri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bidang Komunikasi dan Media Massa, Dr Henry Subiakto saat memberikan Kuliah Umum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi (Fisip Unisri), Solo, Kamis (25/10) di Kampus Unisri.

Menurut Henry, teknologi melahirkan budaya sendiri. Ketika belum ada teknologi, komunikasi melalui komunikasi lisan sehingga melahirkan budaya lisan. Hal ini berbeda dengan hadirnya handphone yang kemudian melahirkan budaya individualis.

“Saat ini orang dengan mudah mengakses apa saja di internet. Bisa saja ke depan orang tidak butuh lagi perpustakaan. Perpustakaan ke depan bisa menjadi museum buku,” tambahnya.

Tak hanya itu, teknologi juga melahirkan masalah baru. Interaksi sosial menjadi menglobal dan manusia menjadi tergantung dengan teknologi. “Saat keluarga kumpul, sementara masing-masing sibuk dengan BlackBerrynya. Secara nyata mereka dekat tetapi jauh. Ibu dengan anaknya dekat tetapi jauh karena minim komunikasi. Ibunya sibuk BBM (BlackBerry Messenger)-an dengan mereka yang jauh disana,” tutur Henry.

Dikatakan, perkembangan teknologi melahirkan konsekuensi tersendiri yang mau tidak mau harus diterima. Untuk itu manusia harus menjadi manusia yang cerdas akan teknologi. “Kita tidak bisa menolak kiriman gambar seronok dari kontak BB (BlackBerry) teman kita. Suka tidak suka meskipun kita tidak ingin melihatnya akan terimbas hal itu. Apalagi jika anak kecil yang pegang BB. Itu konsekuensi dari globalisasi teknologi. Yang bisa kita lakukan adalah menjadi manusia cerdas dengan memilahnya,” tukasnya.

Terpisah, Dekan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Unisri, Drs Joko Pramono MSi mengatakan kuliah umum tersebut merupakan program tahunan yang diikuti mahasiswa FISIP. “Acara ini diikuti kurang lebih 100 mahaiswa FISIP. Mudah-mudahan ini memberi wawasan baru mahasiswa tentang dunia komunikasi,” tukasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge