0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tempati Hunian Tak Berizin

Tempati Hunian Tak Berizin, 2 KK Tolak Pindah

Kepala Satpol PP Solo, Sutardjo (dok.timlo.net/red)

Solo — Aduan sejumlah warga Kerten RT 01/RW 09 Laweyan yang menempati hunian tidak berijin di depan SMA Yosef ditanggapi cepat kalangan Dewan. Kamis (25/10), Komisi I DPRD, warga dan Satpol PP menggelar pertemuan di Ruang Komisi I.

Dalam pertemuan tersebut, dari 14 KK, 12 KK di antaranya mengaku siap pindah, sementara 2 KK menolak dengan alasan tertentu. Selain itu, warga meminta adanya pertemuan dengan pihak sekolah. “Warga siap pindah. Hanya saja mereka meminta untuk adanya pertemuan lagi dengan pihak sekolah (SMA Yosef dan SMKN 5),” ujar Kepala Satpol PP Solo, Sutardjo saat ditemui usai pertemuan, Kamis (25/10) di Gedung Dewan.

Sutardjo membantah surat Satpol PP tentang perintah pembongkaran dengan deadline 28 Oktober merupakan surat terakhir. “Surat itu baru surat peringatan pertama, nantinya masih akan ada surat kedua. Normatifnya diberikan 10 hari setelah surat pertama,” terangnya.

Tidak hanya itu, Sutardjo juga membantah bahwa pihaknya tidak mengadakan sosialisasi terkait perintah pembongkaran itu. Menurutnya sudah ada 2 sosialisasi yaitu pertama sosialisasi di Kantor Satpol PP pada Minggu(14/10) dan kemudian sosialisasi di Kelurahan Kerten, Minggu (21/10). “Jadi tidak benar kalau Satpol tidak melakukan sosialisasi. Sosialisasi sudah dilakukan 2 kali oleh Satpol. Hal ini lantaran saat diundang oleh lurah Kerten untuk sosialisasi sebelumnya, mereka tidak datang,” paparnya.

Dalam hal ini, pihak Satpol PP bahkan mencarikan solusi warga yang mengalami kesulitan untuk pindah. “Ada yang laporan kesulitan pindah karena belum mendapatkan kontrakan. Hal itu sudah kami carikan solusi dengan akan menempatkan mereka di Rusunawa Kerkov atau Begalon. Lantas ada yang laporan lagi di situ berjualan. Sudah kami komunikasikan dengan DPP (Dinas Pengelola Pasar) untuk ditempatkan di shelter Hasanudin,” tuturnya lagi.

Ditemui terpisah, Ketua Komisi I DPRD Solo Maryuwono membenarkan bahwa warga sudah mau pindah. Hanya saja mereka meminta dipertemukan dengan pihak sekolah. “Hanya 2 yang menolak dengan alasan. Lainnya sepakat pindah,” tukas politisi PDIP ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Kerten yang menghuni bahu jalan di depan SMA Yosef mengadu ke DPRD terkait perintah pembongkaran bangunan oleh Satpol PP. Rencananya bahu jalan itu akan digunakan untuk parkir SMKN 5 Solo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge