0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Klaten Peringkat 19 Daerah Rawan Bencana Nasional

Audensi Tim SAR dengan Bupati Klaten Sunarno di rumah dinas bupati, Rabu (24/10) (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Klaten menyebutkan Klaten merupakan salah satu daerah yang paling rawan bencana alam. Bahkan di tingkat nasional, Klaten menduduki peringkat 19 se-Indonesia.

“Di Jawa Tengah saja, Klaten masuk peringkat empat derah rawan bencana alam. Sedangkan se-Indonesia, Klaten masuk urutan ke 19,” ujar Komandan SAR Kabupaten Klaten, Pandu Wirabangsa, di sela audensi antara Tim SAR dengan Bupati Klaten Sunarno di rumah dinas bupati, Rabu (24/10).

Pandu menjelaskan, peringkat kerawanan bencana di Klaten merata di hampir 26 kecamatan. Mulai dari bencana tanah longsor, banjir, gempa bumi, angin ribut, hingga erupsi Gunung Merapi. Atas kondisi itu, pihaknya merasa perlu untuk melakukan berbagai langkah antisipasi bencana.

“Klaten sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Bencana. Namun demikian masih terjadi kegamangan dalam penafsiran Perda tersebut,” ujar Pandu.

Untuk itu, kata Pandu, SAR Kabupaten Klaten mendorong diterbitkannya regulasi teknis sebagai peraturan pelaksana dari Perda Penanggulangan Bencana tersebut. Misalnya dibentuk Peraturan Bupati (Perbup).

“Dengan adanya Perbup, maka pembagian peran sumber daya manusia akan menjadi lebih jelas. Sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak terjadi kendala teknis saat terjadi bencana,” jelas Pandu.

Menanggapi itu, Bupati Klaten Sunarno, akan segera membahasnya. Menurutnya, diterbitkannya petunjuk teknis Perda Penanggulangan Bencana sangatlah penting untuk mempermudah pembagian tugas.

“Petunjuk teknis itu memang perlu. Sebab bisa memberi gambaran lebih jelas tentang fungsi masing-masing. Dengan demikian akan mempermudah dalam koordinasi,” kata Bupati Sunarno.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge