0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perangkat Desa Harus Paham KLA

(dok.timlo.net/agung)

Sragen – Pemkab Sragen mengadakan Sosialisasi Kecamatan dan Desa serta Kelurahan Ramah Anak Kabupaten Sragen, Rabu (24/10) bertempat di Aula Sukowati, Setda Sragen. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari diperolehnya penghargaan Kabupaten Sragen sebagai Kota Layak Anak (KLA) dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA), Linda Amalia Sari Gumelar.

Dalam sosialisasi yang diikuti sekitar 75 peserta dari perwakilan SKPD Pemkab Sragen, Sekretaris Kecamatan dan perwakilan kepala desa (Kades) dan lurah ini, menampilkan nara sumber dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender (P3G) UNS Surakarta, Eva Agustinawati.

Kabag Pemberdayaan Perempuan Setda Sragen, Titi Budi Hastuti, dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan sosialisasi ini antara lain adalah untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang KLA sampai di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.  “Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Sragen yang layak anak,” katanya.

Sementara itu dalam paparannya, Eva Agustinawati, mengungkapkan, kota layak anak adalah kota yang menjamin hak setiap anak sebagai warga kota, yang berati; anak memiliki kebebasan dalam mengemukakan pendapat baik secara pribadi atau melalui perwakilan. Hak tersebut secara jelas diatur dalam UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindunagan Anak.

Sedangkan untuk tingkat kecamatan atau desa/kelurahan, menurut Eva, para aparat di tingkat kecamatan dan desa harus memahami terlebih dahulu tentang konsep kota layak anak sebelum membentuk kecamatan/desa layak anak.

“Mereka harus memahami lebih dulu, karena kecamatan/desa layak anak harus dilakukan secara sadar dan terencana berdasarkan prinsip pemenuhan hak, perlindungan dan partisipasi  anak yang dilakukan dengan sengaja, bukan suatu kebetulan,” jelas Eva.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge