0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hingga Akhir 2012

Klaten Targetkan Surplus Beras 103.000 Ton

Persediaan beras di gudang Bulog, (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Guna menjaga ketahanan pangan agar stok pangan nasional dan daerah dalam kondisi aman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menargetkan surplus produksi beras sebesar 103.000 ton hingga akhir tahun 2012.

Demikian diungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Ketahanan Pangan Klaten, Mursita saat sarasehan ketahanan pangan yang digelar Forum Komunikasi dan Informasi Simpul Petani (FKISP) Klaten, Rabu (24/10).

Sarasehan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Ssdunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Hadir dalam kesempatan itu, jajaran Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), kepala desa serta anggota kelompok tani.

“Target surplus sebesar 103.000 ton itu untuk memenuhi kebutuhan pangan baik daerah dan nasional hingga akhir tahun 2012. Target surplus itu lebih rendah dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 191.000 ton. Sementara untuk 2011 tidak ada surplus karena serangan wereng,” ungkap Mursita.

Menurut Mursita, surplus beras memang diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tingginya konsumsi beras nasional yang saat ini mencapai 113,48 kilogram per kapita per tahun.

“Tingkat konsumsi itu memang masih di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang berkisar antara 120 kilogram per kapita per tahun. Namun dibandingkan negara-negara lain, konsumsi nasional kita masih tinggi,” jelas Mursita.

Dalam kesempatan itu, Ketua KTNA Klaten, Wening Swasono, mengatakan saat ini ketergantungan ekspor bahan makanan masih tinggi. Selain ketergantungan bahan ekspor, jenis makanan sudah berganti ke makanan instan.

“Padahal di Indonesia potensi bahan makanan nonberas sangat banyak. Jika potensi itu dikelola dengan baik maka akan meningkatkan ketahanan pangan nasional,” imbuh Wening.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge