0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kios atau Los di Pasar Cawas dan Keden Gratis

Bupati Klaten Jamin Tak Ada Calo Proyek Pasar

Bupati Klaten Sunarno (baju hijau) saat melakukan sidak pembangunan Pasar Cawas, Rabu (24/10). (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Munculnya isu percaloan kios dan los di sejumlah proyek pasar tradisional di Klaten membuat orang nomor satu di wilayah ini geram. Bupati Klaten Sunarno menegaskan tidak ada percaloan dalam proyek pembangunan pasar tradisional di wilayahnya.

Penegasan ini disampaikan Bupati Klaten Sunarno di sela inpseksi mendadak (Sidak) pembangunan Pasar Cawas, Kecamatan Cawas, Klaten, Rabu (24/10). Menurut Sunarno, seluruh pedagang lama dijamin bisa masuk kios dan los secara gratis.

“Saya jamin tidak ada calo pasar baik di Pasar Cawas, Kecamatan Cawas maupun Pasar Keden, Kecamatan Pedan. Jika pembangunan selesai, pedagang lama akan masuk semua tanpa dipungut biaya,” tandas Bupati Sunarno.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Sunarno membentuk tim teknis yang akan menangani soal pemetaan pedagang. Tim akan memberikan sosialisasi kepada pedagang soal penempatan mereka di kios dan los pasar yang baru.

“Tim teknis itu terdiri dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM), pengelola pasar serta para muspika,” jelas Bupati Sunarno.

Dalam sosialisasi dengan pedagang, kata Bupati Sunarno, tim teknis akan menyampaikan kepada pedagang bahwa penempatan mereka di kios dan los itu gratis, selain itu tim juga akan membeberkan sistem pengundian mengenai mekanisme kepemilikan kios dan los.

“Jangan sampai ada pengalihan atau pemindahantangan kepemilikan kios atau los. Sebab nanti akan ada aturan tentang kontrak perjanjian yang tegas. Jika dipindahtangankan maka hak pedagang lama akan hilang,” kata Bupati Sunarno.

Selain sidak ke Pasar Cawas, Bupati Sunarno bersama rombongan juga meninjau pembangunan Pasar Keden, Kecamatan Pedan. Pemkab Klaten telah mengaggarkan Rp 8,4  miliar dari APBD untuk pembangunan Pasar Cawas. Sedangkan anggaran untuk Pasar Keden senilai Rp1,7 miliar.

“Pembangunan pasar tradisional ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Sehingga pemkab tidak akan membebani pedagang dengan dimintai bayaran saat akan menempati,” imbuh Bupati Sunarno.

Sebelumnya dikabarkan, Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Klaten diresahkan atas isu percaloan pada pembangunan Pasar Keden, Kecamatan Pedan dan Pasar Cawas, Kecamatan Cawas, Klaten. Para calo itu dikabarkan bisa membantu pedagang menentukan lokasi kios atau los yang diinginkan dengan imbalan uang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge