0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Lele di Boyolali Kesulitan Cari Bibit

Bibit lele di Boyolali kini semakin sulit didapatkan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Bibit dan lele untuk konsumsi di Boyolali langka dan sulit didapatkan. Kondisi ini mengakibatkan peternak lele kesulitan mencari bibit dangarus memesan ke luar daerah. Hal yang sama juga dialami para pedagang lele dan pengepul yang kesulitan mendapatkan lele untuk konsumsi. Akibatnya harga lele untuk konsumsi melambung tinggi.

Kesulitan bibit lele mulai dirasakan peternak sejak musim kemarau lalu. Dimana saat musim kemarau, banyak kolam lele yang dibiarkan kosong karena kesulitan air. Kondisi tersebut diperparah dengan indukan lele yang tidak bertelur. Beberapa indukan lele yang selama ini menjadi andalan peternak tidak mau bertelur di musim kemarau, kalaupun ada yang bertelur kwalitas telurnya sangat buruk dan ini mempengaruhi bibit lele yang mudah mati.

“Bibitnya sangat jelek, tidak tahan dengan cuaca panas dan banyak yang mati,” ungkap Didi, warga Ngemplak, Boyolali, Rabu (24/10).

Peternak pun akhirnya enggan menebar benih ke kolam saat musim pancaroba karena banyak yang tidak tahan cuaca dan mati. Selain itu, peternak juga dikeluhkan dengan mahalnya harga pakan lele yang melambung tinggi. Jika sebelum lebaran kemarin harga pakan lele masih di kisaran Rp 210 ribu- Rp215 ribu/sak, saat ini harga pakan sudah mencapai Rp 237 ribu- Rp 240 ribu/sak. Padahal untuk setiap kolam berisi benih 5 ribu ekor, setidaknya membutuhkan pakan 15 sak. Sehingga margin biaya produksi yang ditanggung peternak mencapai 400 ribu lebih per kolam. Di sisi lain harga lele konsumsi saat ini masih berada di kisaran Rp 11 ribu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge