0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bersedia Berunding di Luar Pengadilan

Penggugat Jokowi Mulai Melunak

Kuasa Hukum Jokowi, Suharsono (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo — Proses mediasi perkara gugatan wanprestasi yang dilayangkan kepada mantan Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) mulai ada titik terang. Dua warga Jebres yang melakukan gugatan perdata senilai Rp 343 miliar mulai melunak. Ari Setiawan (34) dan Paidi (35) menerima tawaran mediasi di luar persidangan.

Awalnya melalui kuasa hukum penggugat, Sri Hadi Fahrudin hanya bersedia melakukan perundingan di dalam pengadilan dengan didampingi mediator. Namun, akhirnya ia bersama kedua kliennya bersedia bertemu Jokowi di luar sidang. “ Hari ini kami memutuskan untuk bersedia berunding di luar pengadilan seperti yang diinginkan oleh pihak tergugat,” kata Sri Hadi.

Meski begitu, Srihadi mengaku, proses mediasi di luar pengadilan ini, tidak serta merta bisa menjadikan proses hukum terhenti. Pihaknya tetap bersikukuh sampai ada putusan dari pengadilan. Dia menyebut perundingan itu akan dijalani sekadar memenuhi hukum acara perdata bahwa sebelum pembacaan gugatan harus dilakukan upaya perdamaian.

“Selama ini kami belum pernah melakukan pertemuan dengan Pak Jokowi,” ujar Sri Hadi, di PN Solo, Rabu (24/10) pagi.

Di sisi lain, Sri Hadi juga masih terus melakukan perbaikan atas surat gugatan wanprestasi yang dilayangkan. Menurutnya, mereka masih punya waktu untuk melakukan perbaikan selama surat gugatan belum dibacakan dalam sidang. “Ada beberapa materi yang perlu dipertajam, Kami menginginkan ada putusan pengadilan,” terangnya.

Sementara kuasa hukum Jokowi, Suharsono menyambut baik, kabar mulai lunaknya penggugat kliennya. Dia pun segera mengagendakan jadwal pertemuan antara kliennya dengan penggugat. Bahkan, Suharsono siap menghadirkan Jokowi di Solo, jika penggugat keberatan melakukan mediasi di Jakarta. Suharsono juga tidak mempermasalahkan, jika hingga batas waktu mediasi masih menemui jalan buntu dan akhirnya berlanjut ke persidangan. Dia menilai, pengadilan masih terus memberi kesempatan berdamai meski sidang sudah berjalan.

“Selama belum sampai putusan, kesempatan untuk berdamai masih terbuka,” jelas Suharsono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge