0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KNKT dan PT KAI Cek Bangkai Prameks di Klaten

Tragedi Prameks, 8 Orang Masih Dirawat di RS

Lima bangkai gerbong Prameks diparkir di Stasiun Brambanan, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Sehari pasca tergulingnya Kereta Api (KA) Prameks di Kalasan, Sleman, Jogjakarta, kini tinggal delapan korban saja yang masih harus dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, sebanyak 10 korban diharuskan rawat inap di sejumlah rumah sakit di Jogjakarta.

Demikian disampaikan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI, Bambang Irawan saat mendampingi rombongan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) disela melakukan pengecekan bangkai Prameks di Stasiun Brambanan, Prambanan, Klaten, Rabu (24/10).

Pasca dievakuasi dari lokasi kecelakaan di Kalasan, Sleman, Jogjakarta, sebanyak lima bangkai gerbong Prameks hingga kini masih diparkir di Stasiun Brambanan, untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Semula sebanyak 10 orang harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan sehari pasca kecelakaan, dua korban yang sebelumnya dirawat sudah diperbolehkan pulang. Kini tinggal delapan korban saja yang masih harus dirawat,” ujar Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI, Bambang Irawan di Klaten, Rabu (24/10).

Pihaknya juga membantah terkait informasi mengenai anjloknya kembali gerbong Prameks yang sebelumnya dievakuasi. “Bukan anjlok lagi, tapi itu proses pemindahan gerbong untuk kemudian diparkirkan di Stasiun Brambanan, Klaten,” tandas Bambang.

Terkait proses pemindahan bangkai gerbong yang kini diparkirkan di Stasiun Brambanan, Klaten itu mengakibatkan terganggunya jadwal perjalanan enam kereta api jarak jauh. Atas ketidak nyamanan itu, PT KAI meminta maaf kepada para penumpang.

Sementara itu beberapa anggota KNKT yang merupakan Staf Khusus Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan  mendatangi Stasiun Brambanan, Klaten. Mereka melakukan penyelidikan internal dalam Kementerian Perhubungan terkait penyebab kecelakaan Prameks.

Sebelumnya, KA Prameks jurusan Solo-Kutoarjo dikabarkan terguling dan anjlok pada Selasa (23/10) sekitar pukul 16.30 WIB di KM 155+ Kalasan, Sleman, DIY.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge