0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Embusan Gas Sulfatara, Penyebab Guguran di Kawah Merapi

()

Boyolali — Guguran yang terjadi di kawah Gunung Merapi beberapa hari lalu diduga berasal dari letupan atau embusan mendadak gas sulfatara dari perut bumi. Kuatnya embusan gas sulfatara tersebut mengakibatkan guguran dan longsor di kawah Merapi. Guguran tersebut juga mengakibatkan sebagian kubah lava 1948 ambrol dan menutup sebagian titik api di dalam kawah.

Seperti diungkapkan Relawan Jaringan Informasi Lingkar (Jalin) Merapi, Mujianto, kondisi tersebut diketahui dengan melihat langsung ke puncak Merapi saat melakukan pendakian, Senin (22/10). Longsoran yang terpantau terlihat di puncak lava 1948. Terlebih tebing di lava 1948 paling rapuh di antara puncak yang lain. Tumpukan material di tebing tersebut rawan longsor.

Guguran tersebut mengakibatkan sejumlah material longsor ke dalam kawah dan menutup sejumlah titik api. Material yang berada di luar kawah langsung meluncur ke hulu Kali Apu. Berapa volume material yang longsor belum bisa diprediksi. Hanya saja, pihaknya sangat mengkhawatirkan longsoran material tersebut menutup seluruh titik api.  Bila hal ini terjadi dikhawatirkan akan ada akumulasi energi di bawah lebih kuat lagi yang berakibat letusan.

“Itu yang kita khawatirkan terjadinya letusan bila kawah Merapi tertutup material,“ ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge