0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kambing Luar Boyolali Tidak Diminati

Kambing (Dok.Timlo.net/ nanin)

Boyolali — Tidak ingin mengalami kerugian akibat kambing yang dijual mati seperti tahun kemarin, sejumlah pedagang kambing untuk qurban enggan menjual kambing yang berasal dari luar daerah. Pedagang lebih memilih menjual sapi lokal milik warga sekitar Boyolali. Langkah yang dilakukan pedagang ini untuk menghindari komplain dari konsumen.

Seperti diceritakan Zaenuri, pedagang kambing qurban di Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali, untuk tahun ini penjualan kambing qurban dikhususkan untuk kambing lokal. Pasalnya, menurut pengakuan Zaenuri, dirinya tidak mau menanggung resiko bila mengambil kambing dari luar Boyolali. Tahun kemarin, kambing yang dibeli dari Ponorogo banyak yang mati setiba di Boyolali. Selain itu, kambing yang disembelih saat Idul Adha banyak ditemukan cacing di hati kambing.

“Banyak cacing,penyakitan,kita kan yang kena komplain, akhirnya untuk tahun ini lebih baik mengambil dari lokal, kita kerjasamanya dengan masyarakat lokal,” tandas Zaenuri ditemui di outlet kambing, Selasa (23/10).

Senada, Pujianto, mengakui hal tersebut. Diakui juga untuk tahun ini harga kambing mengalami kenaikan Rp 200 ribu perekor dibanding tahun kemarin. Hanya saja untuk peminat mengalami penurunan. Masyarakat diakui Pujiadi lebih banyak membeli sapi dibanding kambing. Sementara untuk lonjakan pembelian hewan qurban diduga baru akan terjadi pada H-1 dan H-2. “Nanti di hari terakhir ramainya,” imbuh Pujiadi.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge