0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Disnakkan Sragen Cek Kesehatan Kambing Kurban

Tim Disnakkan Sragen memeriksa salah satu tempat penjualan hewan kurban di daerah Teguh Jajar, Plumbungan Sragen, Selasa (23/10). (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen gencar melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di sejumlah tempat penjualan hewan di Sragen. Setidaknya ada 3 tempat yang didatangi tim dari Disnakkan yang dipimpin langsung Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Sragen, Mulyani, Selasa (23/10) pagi.

Tim Disnakkan pertama kali mendatangi tempat penjualan kambing  di Kampung Teguh, Jajar, Sragen. Di tempat tersebut terdapat 50 ekor kambing yang siap dijual untuk kebutuhan kurban. Satu per satu kambing diperiksa oleh 3 orang dokter hewan dari Disnakkan. Pemeriksaan terutama dilakukan pada gigi hewan dan bagian tubuh lainnya.

Dari hasil pemeriksaan hewan milik Dedy Endriyatno ini ada 5 kambing yang dinyatakan tidak layak untuk dijadikan hewan kurban. Tamin, salah seorang penjaga kandang kambing, mengatakan, dari 50 ekor kambing yang dijual sudah laku 6 ekor. “Semua ada 50 ekor dan sudah laku 6. Menurut petugas Disnakkan ada 5 yang tidak layak untuk kurban. Untuk itu nanti akan kita kembalikan ke kandang,” ujarnya.

Tim juga menelusuri tempat lainnya di daerah Teguhan, Karangmalang. Di tempat penjualan kambing milik Widodo tersebut tim juga melakukan pemeriksaan yang sama. Dari 48 kambing yang diperiksa, 8 di antaranya dinyatakan tidak layak untuk dijadikan hewan kurban.

Sementara ketika diadakan pemeriksaan pada hewan sapi milik Mur Sanyoto di Kampung Teguh Jajar, Kelurahan Plumbungan, Karangmalang ditemui ada seekor sapi yang belum poel, dari jumlah 12 sapi yang siap untuk dijual.

Di ketiga tempat tersebut selain mengadakan pemeriksaan terhadap hewan tim Disnakkan juga memberikan satu botol cairan disinvektan kepada pemilik kandang kambing dan sapi.

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Sragen, Mulyani, menyatakan tanda-tanda hewan yang sudah dinyatakan layak untuk kurban sesuai dengan syariat Islam adalah pada giginya sudah menunjukkan poel (telah tumbuh gigi baru, setelah gigi yang lama lepas).

“Yang tidak memenuhi syarat kalau pada hewan berpenyakit diare dan kudis. Mengenai gigi itu belum poel atau masih di bawah satu tahun. Jadi secara syariat Islam belum bisa untuk dijadikan hewan kurban. Jadi kita sarankan untuk ditukar dengan kambing-kambing yang sudah memenuhi syariat Islam,” pungkas Mulyani.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge