0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngaku Wartawan, Tipu 2 Pejabat Klaten

Ilustrasi (Dok.Timlo.net)

Klaten – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Klaten Kusno Gunarto dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Cahyo Dwi Setyanta, nyaris menjadi korban pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan. Modus penipuan yang digunakan pelaku yakni meminta uang sumbangan.

Kasus penipuan itu bermula ketika Kusno mendapatkan telepon dari seorang pria bernama Aries yang mengaku sebagai wartawan Radar pada hari Selasa (23/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam pembicaraan di telepon itu, Aries meminta uang kepada Kusno.

“Kata Aries, uang itu sebagai sumbangan untuk pengobatan temannya sesama wartawan bernama Didik Purwanto yang katanya sedang sakit dan dioperasi di RS Dr Kariadi, Semarang,” kata Kusno saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (23/10).

Kusno mengatakan, saat meminta uang sumbangan itu, Aries juga sekaligus mengirimkan nomor rekening BCA dengan nomor BCA 0331609748  atas nama Didik Purwanto. Pelaku meminta uang untuk dikirim melalui rekening tersebut.

“Untuk memastikan, saya mencoba menghubungi RS Dr Kariadi terlebih dahulu guna menanyakan apakah ada pasien yang bernama Didik Purwanto. Namun, ternyata dari pihak rumah sakit menyatakan tidak ada,” kata Kusno.

Dalam pengakuannya, kata Kusno, Aries mengaku mengenal baik seorang wartawan Radar Solo yang bertugas di Klaten, Boy Rohmanto. Aries mengatakan bahwa saat ini dirinya dan Boy tengah berbagi tugas.

“Aries mengaku bertugas mencari sumbangan dana, sementara Boy bertugas mencari darah di PMI. Namun setelah saya kroscek ke Mas Boy, ternyata Mas Boy tidak mengenal Aries dan Didik Purwanto,” terang Kusno.

Sadar menjadi sasaran penipuan, akhirnya Kusno tidak jadi mentransfer uang yang diminta Aries. Namun demikian Kusno mengaku mendapatkan pesan singkat yang berisi kata-kata kotor dari pria itu.“Padahal sebelumnya saya sudah meminta kepada dia untuk datang ke kantor saja, tetapi dia menolak,” ujar Kusno.

Peristiwa yang sama juga dialami Kepala BKD Klaten, Cahyo Dwi Setyanta. Ia mengaku mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Boy Rohmanto, wartawan Radar Solo, Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB.

“Pria itu meminta saya untuk mentransfer uang yang katanya untuk pengobatan temannya yang saat ini dirawat di RS Kariadi, Semarang. Namun saya curiga jika pria itu bukanlah Mas Boy. Sehingga saya tidak menuruti permintaannya,” ujar Cahyo.

Sementara itu, wartawan Radar Solo yang bertugas di Klaten, Boy Rohmanto, saat dikonfirmasi mengaku jika namanya telah dicatut oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Ia juga tidak mengenal kedua pelaku tersebut.

“Setelah mendapatkan nomor telepon pria tersebut kemudian saya mencoba untuk menghubunginya. Setelah tersambung kemudian saya tanya tentang modus penipuan itu, namun tiba-tiba telepon dimatikan,” ujar Boy.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkab Klaten, Herlambang, meminta kepada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk tidak mudah percaya dengan modus penipuan yang mencatut nama wartawan. Apalagi sampai meminta sejumlah uang kepada narasumber.

“Jika meminta informasi silahkan diberikan. Tapi kalau sudah meminta uang jangan sampai diberi. Itu sudah  termasuk pemerasan,” tandas Herlambang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge