0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wayang Orang Limang Gatra di TBJT

Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari dengan lakon Wora Kangsa diadakan di Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengan (TBJT), Kentingan, Jebres, Surakarta Senin (22/10). (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari dengan lakon Wora Kangsa digelar di Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengan (TBJT), Kentingan, Jebres, Surakarta Senin (22/10). Dalam acara yang diberi tajuk ‘Gelar Wayang Orang Limang Gatra’ tersebut mereka tampil menghibur penonton. Tidak hanya alur cerita saja yang menarik, namun ditengah-tengah adegan juga disisipi dengan guyonan segar yang membuat tempat tersebut menjadi riuh.

Lakon tersebut menceritakan tentang Kangsa yang mencari ayah kandungnya di Negara Mandura. Namun niatnya tersebut dihalangi para petinggi Mandura. Namun, datanglah Basudewa yang bersedia mengakui Kangsa sebagai anaknya dan diberikan kedudukan sebagai adipari di Sengkapura.

Singkat cerita, keserakahan dan kepercayaan diri Kangsa lebih besar ketimbang kerendahan hatinya, diapun akhirnya mengadakan semacam pertandingan adu kuat (gulat) di Kadipaten Sengkapura atas persetujuan Basudewa. Namun dalam adu kuat tersebut akhirnya dia dikalahkan oleh pusaka Kakrasana dan Narayana.

Koordinator Wayang Orang Sriwedari, Agus Prasetyo mengatakan, dalam mementaskan lakon tersebut sedikitnya 70 orang dilibatkan, termasuk pengrawit dan pemain wayang orang. Diangkatnya tema tersebut karena menyiratkan makna tentang sifat kesatriya dengan duel satu lawan satu disamping itu juga tidak sifat serakah yang menguasai manusia akan menghancurkan dirinya sendiri. “Lakon ini diangkat sebab mempunyai makna yang cukup dalam untuk dicermati,” ujarnya ditemui di sela-sela acara.

Acara Gelar Wayang Orang Limang Gatra tesebut nantinya akan digelar selama tiga hari terhitung sejak tanggal 22-24 Oktober.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge