0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pencabulan Marak di Wonogiri, Ini Dia Tanggapan Bupati

Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Pendidikan hakikatnya merupakan ranah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, sekolah maupun pemerintah. Sehingga jika terjadi adanya kasus maka tidak bijak jika menyalahkan salah satunya saja.

Demikian diungkapkan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto menanggapi kian maraknya kasus asusila yang melibatkan anak sekolah satu bulan belakangan ini. Pernyataan Bupati Danar disampaikan saat dicegat usai menghadiri acara panen raya padi di lahan pertanian Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Selasa (23/10).

“Sebenarnya tidak bijak jika mencari-cari ini salah siapa, terlebih seakan menyudutkan pihak sekolah, kita harus sadar pendidikan ranah bersama, sehingga jika ada kasus-kasus seperti asusila tolong semuanya ikut mencari solusi,” jelas Bupati.

Langkah kerjasama itu, menurut Bupati, bisa diwujudkan misalnya mengawasi anak dan remaja antara guru dan orangtua. Pasalnya anak dan remaja masih tetap butuh pendampingan, khususnya dalam akses teknologi informasi.

“Kita juga perlu menyadari lagi bahwa para pelaku asusila maupun korbannya masih berusia di bawah umur, sehingga tolong perlakuannya jangan disamakan dengan kasus yang melibatkan orang dewasa. Untuk itu masyarakat jangan sampai menjudge (menghakimi –Red) mereka, meski secara psikologis, kasihan anak-anak itu,” lanjut Danar.

Ditambahkan, pihaknya telah meminta pihak Disdik (Dinas Pendidikan Wonogiri) supaya mengawasi siswa-siswa yang terlibat tersebut secara khusus. Serta secara kontinyu memerintahkan sekolah untuk membuat laporan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge