0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TPM Menilai Densus 88 dan BNPT Sepihak

Pengacara Bank Mutiara, Mahendradata (kanan) saat memberi keterangan pers (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta menganggap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) menangani secara sepihak atas aksi terorisme menyusul ledakan Pos Polisi di Poso, Sulawesi Tengah. Bahkan Mahendradatta juga menilai tudingan mereka atas kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang diduga terlibat aksi tersebut justru tidak berimbang.

“Tudingan terhadap kelompok JAT atas keterlibatan aksi terorisme justru memunculkan rasa tidak terima, sehingga muncul perlawanan baru,” jelas Mahendradata, di Solo, Senin (22/10).

Menurutnya, hal-hal semacam itulah yang justru dianggap bukan mengarah pada penanganan dan pemberantasan terorisme tapi kegagalan program penanganan dan pemberantasan terorisme. Bahkan spekulasi dan kecurigaan masyarakat justru muncul atas penanganannya karena tidak diinformasikan secara nyata sekaligus sepihak, sehingga dikhawatirkan adanya indoktrinisasi.

Dicontohkan, jika kasus penangkapan terduga teroris di Kota Solo yang menyebabkan anggota Densus 88 Anti Teror tewas tertembak dianggap penanganan sepihak. “Walaupun terbukti pidana secara umum tapi tidak jelas penanganannya dari proses otopsi korban hingga jenis peluru di tubuhnya karena banyak saksi melihat baku tembak, di mana bisa jadi dia tertembak oleh temannya. Tidak berhenti di situ, Densus sejak awal telah menyediakan pengacara sendiri bagi masyarakat yang ditangkapnya dengan dugaan terorisme sehingga kesulitan mencari pengacara independen,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge