0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditengarai Ada Pungli Belasan Juta Rupiah

Salah Sasaran, Joko Gagal Dapat Dana Bedah Rumah

Suwanti, istri Joko Sunaryo berdiri di depan rumahnya. Keluarga ini gagal mendapat bantuan bedah rumah, karena salah sasaran. (Isimewa)

Sragen — Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Tangen, Sragen ditengarai salah sasaran. Selain itu juga ada indikasi terjadi pungutan liar (pungli) hingga belasan juta rupiah. Seperti yang ditemukan di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, di mana warga miskin bernama Joko Sunaryo (56) dan Suwanti (54), warga Dusun Blawong, Desa Katelan, Tangen, gagal menerima dana stimulan sebesar Rp 4 juta untuk bedah rumah.

Selain itu, warga lainnya yang menerima dana stimulan diharuskan menyetorkan uang Rp 100 ribu terhadap pihak perangkat desa dengan alasan untuk biaya administrasi. Sehingga dari 160 warga yang menerima dana bedah rumah, penarikan pungli ditotal hingga mencapai Rp 16 juta.

Pembatalan bantuan terhadap Joko Sunaryo, dilakukan secara sepihak oleh perangkat desa setempat. Padahal, pihak keluarga Joko Sunaryo sejak awal telah dimintai data adminitrasi soal kondisi rumah tak layak yang dia tempati. Informasi dilapangan menyebutkan, awalnya rumah Joko Sunaryo telah lolos verifikasi yang dilakukan tim pendataan bedah rumah. Rencananya Joko sunaryo akan mendapatkan dana stimulan Rp 4 juta untuk rehab rumahnya.

“Hanya saja, saya terkejut mendadak didatangi Kaur Kuangan Desa Katelan, Agus Suyanto,  yang menyatakan saya gagal mendapatkan dana stimulan bedah rumah. Sedangkan saat saya tanya soal alasan pembatalan itu sendiri tidak jelas,” ungkap Joko, Minggu (20/10).

Joko mengaku merasa terpukul dan kecewa. Karena sejak awal dia yang yermasuk keluarga  miskin tersebut sejak Kamis  (18/10) lalu sudah ikut rapat dirumah Kadus Sukardi, bersama 40 orang penerima dana stimulan lainnya. Bahkan Joko juga sudah menandatangani surat  bermeterai.

Selain ada pembatalan, kata Joko, juga ada penarikan dana Rp 100 ribu bagi mereka yang menerima dana stimulan yang dilakukan perangkat desa. “Tarikan dana tersebut dengan alasan untuk biaya administrasi. padahal sejak awal dinyatakan program bedah rumah itu semuanya gratis,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge